INKAM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan langkah strategis, untuk memperkuat infrastruktur Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), sebuah sistem yang menjadi tulang punggung layanan informasi keuangan di Indonesia.
Langkah ini diambil, guna memperluas cakupan layanan, yang tidak hanya melibatkan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) tetapi juga masyarakat luas.
Peningkatan infrastruktur ini akan berlangsung selama beberapa hari, menyebabkan SLIK dan aplikasi Permohonan Informasi Debitur (iDebKu) mengalami downtime mulai 23 Agustus 2024 pukul 20.00 WIB, hingga 26 Agustus 2024 pukul 07.59 WIB.
Downtime ini dilakukan untuk mempersiapkan SLIK, agar mampu mengakomodasi cakupan pelapor yang lebih luas, termasuk perusahaan asuransi, perusahaan penjaminan, dan penyelenggara layanan fintech peer-to-peer lending.
“Penguatan infrastruktur SLIK ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada lebih dari 2.000 LJK di Indonesia, termasuk bank umum, BPR, lembaga pembiayaan, dan perusahaan efek, dapat berjalan lebih optimal,” ujar Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa, dalam pernyataan resminya.
“Dengan peningkatan ini, diharapkan LJK dapat lebih efektif dalam manajemen risiko kredit, pembiayaan, penjaminan, dan pertanggungan,” lanjutnya.
Selama masa peningkatan, OJK menyadari bahwa akan ada ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan, karena layanan SLIK dan iDebKu tidak dapat diakses.
Oleh karena itu, OJK menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi, dan mengimbau semua pihak untuk menyesuaikan jadwal penggunaan layanan, sebelum masa downtime dimulai.
Setelah peningkatan infrastruktur selesai, SLIK dan iDebKu akan kembali beroperasi pada 26 Agustus 2024 pukul 08.00 WIB.
Pengguna dapat kembali mengakses layanan melalui URL yang sama di www.slik.ojk.go.id dan www.idebku.ojk.go.id.
Langkah penguatan ini menandai komitmen OJK, untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi keuangan di Indonesia, demi mendukung pertumbuhan industri keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.












