MAKASSAR, INKAM – Pemerintah Kota Makassar resmi membuka rangkaian kegiatan ajang Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar, Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, H. Muh. Mario Said, S.IP., M.Si., mengungkapkan, salah satu agenda utama dalam forum ini adalah kegiatan Table Top, yang mempertemukan langsung pelaku usaha dengan sejumlah pihak strategis.
“Kami melibatkan pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan yang diwakili oleh Universitas Hasanuddin,” ujarnya, Rabu (24/06/2026).
Mario menjelaskan, forum ini tidak hanya menyasar investor dari sektor swasta, tetapi juga membuka ruang komunikasi dengan perwakilan negara lain.
“Ini sudah terkonfirmasi. Dari awal kita sudah kirimkan undangan, dan saat ini ada sekitar 20 pelaku usaha yang memang berminat melakukan penjajakan kerja sama,” lanjutnya.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian utama bagi investor meliputi perikanan, sektor Food and Beverage (F&B) termasuk kopi dan bahan bumbu-bumbu, serta sektor seafood yang menjadi komoditas unggulan.
Selain itu, kolaborasi dengan beberapa perusahaan besar seperti PT Bomar dan PT Nirvana Niaga Sejahtera (NKS), juga menjadi fokus pembicaraan.
Terkait pengembangan infrastruktur dan pariwisata, Pemerintah Kota Makassar tengah memprioritaskan pengembangan destinasi wisata “Pulau Lanjukang”.
Studi kajian untuk proyek ini pun telah disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Untuk proyek Stadion, Mario menegaskan, pembangunan sepenuhnya akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, ia menyebutkan bahwa kawasan Untia akan ditawarkan sebagai kawasan bisnis terpadu kepada para investor.
“Stadion ini menjadi pemicu, diharapkan sebagai pemicu untuk berkembangnya kawasan ekonomi baru yang ada di daerah Untia tersebut,” pungkasnya.











