INKAM, MAKASSAR – Telkom Regional VII Kawasan Timur Indonesia, memastikan kesiapan infrastruktur selama Ramadan, dan arus mudik lebaran tahun 2024.
EVP Telkom Regional VII KTI, Agus Yudha Basuki mengatakan, bercermin dari Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu, pihaknya mencatat terjadi kenaikan trafik komunikasi sebesar 6 sampai 10 persen.
“Pasti ada kenaikan trafik. Infrastruktur kita siap menampung lonjakan trafik saat pergerakan mudik Lebaran nanti,” katanya kepada awak media, di Kantor Telkom Regional 7 Makassar, Kamis (21/3/2024).
Oleh sebab itu, menurut Agus Yudha, pihaknya membentuk tim khusus di tingkat regional hingga ritel yang ada di 9 kota.
“Di masing-masing lokasi kami membentuk posko. Tugas mereka memonitor kondisi infrastrutkur dan layanan Telkom. Kalau ada anomali, tim di lapangan akan melakukan perbaikan,” ujarnya.
Tim ini akan terdiri dari personel yang terlatih dan berpengalaman, yang akan ditempatkan di tingkat regional hingga ke titik-titik ritel di kota-kota seperti Pare-pare, Kendari, Manado, Ambon, Jayapura, dan Sorong.
Mereka akan bekerja secara shift untuk memonitor kondisi infrastruktur dan layanan Telkom secara terus-menerus.
Tugas utama tim adalah memastikan bahwa infrastruktur telekomunikasi beroperasi dengan baik dan layanan Telkom dapat diakses oleh pelanggan tanpa kendala.
Mereka akan melakukan pemantauan secara langsung, serta siaga untuk menangani masalah yang mungkin timbul dengan cepat dan efisien.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono, juga memaparkan tentang strategi Five Bold Moves yang telah diterapkan sejak tahun lalu.
Salah satu fokus dari strategi tersebut adalah meningkatkan kualitas pelayanan, selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri.
“Infrastuktur teroptimalisasi harga turun dan tujuan semuanya adalah pemerataan digital di Indonesia , ujung-ujungnya adalah menaikan daya beli masyarakat,” katanya.
Telkom Regional VII Kawasan Timur Indonesia berharap, dengan berbagi informasi bersama media, dapat lebih memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi momen-momen penting seperti bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Telkom mengungkap lima strategi transformasi yang menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi.
Salah satu strategi utama yang diungkap adalah inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), yang melibatkan penggabungan layanan konsumen ke anak perusahaan Telkom, Telkomsel.
Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan, dengan menyatukan layanan dan menciptakan dampak biaya yang lebih efisien.
Selain itu, Telkom juga memperkenalkan konsep InfraCo, yang merupakan pembentukan perusahaan yang akan bertanggung jawab atas konsolidasi infrastruktur telekomunikasi.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi dan valuasi infrastruktur yang dimiliki oleh Telkom.
Strategi-transformasi lainnya yang diungkapkan oleh Telkom termasuk Data Center Co, B2B Digital IT Service Co, dan DigiCo.
Dengan mengimplementasikan berbagai inisiatif ini, Telkom bertekad untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan, demi kepuasan pelanggan serta pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri telekomunikasi.
“Mengapa Telkom harus berubah harus melakukan transformasi, semuanya juga harus tahu saat ini serangan pemain digital global sudah sangat besar. Hal-hal yang dulu mustahil sekarang sudah bisa diselesaikan sehingga Telkom harus berubah,” jelas Bogi.
Telkom berkomitmen untuk memperluas layanan bisnisnya dengan fokus utama pada strategi Business to Business (B2B), yang akan melayani berbagai kalangan termasuk pemerintah, UMKM, dan korporasi.
Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan akan layanan telekomunikasi yang lebih efisien dan inovatif bagi sektor bisnis.
Salah satu aspek penting dari perluasan layanan bisnis Telkom adalah pengembangan Data Center yang dikelola oleh anak perusahaannya, Telkom Data Ecosystem.
Pengembangan ini dilakukan baik di tingkat domestik maupun di berbagai daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis dan ekonomi di seluruh Indonesia.
Telkom Data Ecosystem, sebagai salah satu anak perusahaan Telkom, telah berhasil mengelola data center dengan baik. Data center tersebut dikelola tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga tersebar di berbagai daerah.
Hal ini memastikan ketersediaan dan aksesibilitas data yang cepat dan aman, bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Salah satu komponen penting dalam ekosistem ini adalah Digico. Digico menawarkan platform pengembangan produk digital yang menyediakan berbagai solusi inovatif.
Di dalam Digico, terdapat kumpulan talenta programmer yang handal dan kreatif. Mereka bertugas untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat.
Melalui Digico, Telkom Data Ecosystem tidak hanya mengelola infrastruktur teknologi informasi, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi inovasi digital di Indonesia.
Dengan adanya kolaborasi antara Telkom Data Ecosystem dan Digico, diharapkan dapat tercipta solusi-solusi teknologi yang memajukan berbagai sektor industri dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.















