MAKASSAR, INKAM – Industri pernikahan di Sulawesi Selatan terus menunjukkan geliat positif. Four Points by Sheraton Makassar kembali menghadirkan The Art of Wedding Gallery (TAWG) Season 10, sebuah pameran pernikahan yang tidak hanya menawarkan berbagai kebutuhan calon pengantin, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM di Sulawesi Selatan.
Pameran yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 ini, menghadirkan 52 vendor wedding dan sekitar 11 pelaku UMKM dengan beragam produk kuliner khas, mulai dari bakso, coto Makassar, soto Banjar hingga aneka kopi.
Memasuki penyelenggaraan ke-10, TAWG tampil dengan konsep yang semakin matang, melalui perpaduan budaya lokal Makassar, dengan sentuhan kontemporer, western, Chinese, hingga tradisional.
General Manager Four Points by Sheraton Makassar, Agus Sunaryo, mengatakan, The Art of Wedding Gallery telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap enam bulan sekali.
Menurutnya, setiap penyelenggaraan selalu menghadirkan inovasi baru, demi memberikan pengalaman terbaik bagi calon pengantin. “Bukan berarti yang sebelumnya tidak bagus, tetapi sekarang lebih baik lagi,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, Four Points tetap mempertahankan konsep pameran yang lebih eksklusif, sesuai standar Marriott International. Fokus utama bukan sekadar menghadirkan jumlah pengunjung sebanyak-banyaknya, melainkan menciptakan pengalaman yang lebih berkualitas, dengan nilai tambah bagi setiap pasangan yang ingin merencanakan hari bahagianya.
Agus menegaskan, hotel juga membuka ruang negosiasi bagi seluruh calon pengantin, termasuk pasangan muda dari kalangan Gen Z yang memiliki keterbatasan anggaran.
Menurutnya, setiap pasangan tetap memiliki kesempatan untuk mewujudkan pesta pernikahan impian, sesuai kemampuan finansial.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan wedding Four Points pun terus meningkat. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tercatat 59 pasangan melakukan pemesanan.
Bahkan sepanjang Juni 2026, Four Points by Sheraton Makassar sukses menangani sekitar 33 pesta pernikahan hanya dalam satu bulan, atau hampir satu acara setiap hari.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang membuka secara resmi The Art of Wedding Gallery Season 10, menegaskan, industri pernikahan merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif, yang memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, TAWG bukan sekadar pameran pernikahan, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan.
“Bukan sekadar pameran wedding, tetapi menjadi wadah yang mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat yang sedang mempersiapkan momen pernikahan. Ini menjadi ruang promosi, kolaborasi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian,” kata Fatmawati.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Four Points by Sheraton Makassar, yang mampu mempertahankan penyelenggaraan TAWG hingga memasuki edisi ke-10. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bukti, besarnya potensi industri kreatif di Sulawesi Selatan.
Fatmawati menjelaskan, industri pernikahan memiliki multiplier effect yang besar, karena melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari perancang busana, tata rias, fotografi, videografi, dekorasi, event organizer, hingga sektor perhotelan.
Keterlibatan UMKM di dalamnya, juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif, kompetitif, dan berdaya saing, agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah,” tutup Fatmawati.











