Info Kejadian Makassar

Diplomasi Rasa dari Makassar: IGS 2026 Jadi Panggung Promosi Kuliner Indonesia ke Dunia

MAKASSAR, INKAM – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026, tidak hanya menjadi ajang pertemuan diplomatik, yang mempertemukan delegasi dari 25 negara di Makassar.

Forum internasional ini juga menjadi momentum strategis, untuk memperkuat promosi kuliner Indonesia, sebagai instrumen diplomasi yang efektif di panggung global.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada Makassar sebagai tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026, merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional.

Menurutnya, kehadiran delegasi dari 25 negara, menjadi momentum strategis untuk menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya kaya akan budaya dan kuliner, tetapi juga memiliki potensi investasi, pariwisata, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.

“Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur. Melalui IGS 2026, kita ingin menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya kaya akan budaya dan kuliner, tetapi juga memiliki peluang investasi, pariwisata, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Munafri.

Ia menambahkan, selama berada di Makassar, para delegasi akan diajak mengenal berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari destinasi wisata, produk UMKM, hingga kekayaan kuliner khas Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian penting dalam diplomasi budaya Indonesia.

“IGS 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk membangun hubungan, membuka peluang kerja sama, dan memperluas akses pasar internasional bagi daerah serta pelaku usaha lokal,” tambahnya.

Baca Juga  Sekprov Lantik Dua Pejabat Fungsional Jenjang Utama

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, menegaskan, gastrodiplomasi telah menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun hubungan antarnegara.

Melalui makanan, kata dia, komunikasi yang kerap berlangsung formal dapat menjadi lebih hangat dan terbuka.

“Melalui makanan, kita membangun kedekatan dan persahabatan. Banyak hal yang terkadang sulit dibahas di meja perundingan dapat menjadi lebih cair melalui pendekatan kuliner,” ujar Ani kepada awak media di Makassar, Senin (22/6/2026).

Menurut Ani, pemerintah terus memperkuat promosi kuliner nasional, melalui program Rasa Rempah Indonesia, yang merupakan kelanjutan dari gerakan nasional Indonesia Spice Up the World.

Program tersebut bertujuan memperluas pasar rempah-rempah dan produk pangan olahan Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan restoran Indonesia di berbagai negara.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Luar Negeri, saat ini terdapat sekitar 1.273 restoran Indonesia yang beroperasi di berbagai belahan dunia.

Jumlah tersebut mencakup rumah makan, restoran keluarga, hingga layanan katering, yang menyajikan cita rasa khas Nusantara kepada masyarakat internasional.

“Ini menunjukkan bahwa makanan Indonesia semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat dunia. Perkembangan ini juga didukung promosi melalui media sosial dan para influencer kuliner internasional, yang semakin aktif memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia,” jelasnya.

Ani mengungkapkan, sejumlah restoran Indonesia di luar negeri bahkan telah menghadirkan menu khas Sulawesi Selatan, termasuk Coto Makassar, yang menjadi salah satu ikon kuliner daerah yang semakin dikenal di pasar global.

Baca Juga  Lipa ‘Sabbe Hingga Branding Makassar Kota Makan Enak, di Karnaval Expo Dekranasda Sulsel 2023

Karena itu, ia berharap Makassar dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pengembangan gastrodiplomasi Indonesia, melalui penguatan promosi kuliner lokal yang memiliki daya saing internasional.

“Kuliner daerah seperti Coto Makassar memiliki potensi besar, untuk semakin dikenal di pasar internasional. Ini menjadi peluang bagi Makassar, untuk memperluas pengaruhnya melalui diplomasi budaya dan kuliner,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IGS 2026, Firman Hamid Pagarra, mengatakan, pelaksanaan forum ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Kota Makassar, tetapi juga membuka peluang bagi seluruh daerah di Sulawesi Selatan, untuk memperkenalkan potensi unggulan masing-masing kepada para perwakilan negara sahabat.

Menurut Firman, pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan diundang untuk berinteraksi langsung dengan para diplomat dan delegasi internasional, yang hadir selama kegiatan berlangsung.

“Kami ingin para kepala daerah memanfaatkan momentum ini, untuk memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, produk unggulan, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional,” ujarnya.

Ia menilai, IGS 2026 dapat menjadi pintu masuk lahirnya berbagai penjajakan kerja sama strategis, yang berpotensi berkembang menjadi investasi maupun kolaborasi pembangunan di masa mendatang.

“Ketika komunikasi dan hubungan mulai terbangun, maka akan muncul banyak peluang yang bisa ditindaklanjuti. Harapannya, forum ini menghasilkan manfaat nyata berupa perluasan jejaring internasional, peningkatan investasi, dan penguatan kerja sama yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Baca Juga  Pencapaian mengesankan Disperindag Sulsel di Tangan Pj Gubernur Prof Zudan

Dengan kehadiran puluhan delegasi dari berbagai negara, IGS 2026 semakin menegaskan posisi Makassar, sebagai kota yang aktif membangun jejaring internasional melalui diplomasi, budaya, pariwisata, dan kuliner.

Forum ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kerja sama strategis, yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO