Info Kejadian Makassar

Penguatan Green Sustainability UMKM, Tim Peneliti Universitas Ciputra Makassar Kunjungi PLUT Kendari

KENDARI, INKAM – Transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju bisnis yang berkelanjutan, membutuhkan lebih dari sekadar akses permodalan dan perluasan pasar.

Dibutuhkan ekosistem yang mampu mendampingi pelaku usaha untuk tumbuh, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

Peran tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan, dalam pertemuan antara Tim Peneliti Universitas Ciputra Makassar dengan Kepala Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Kendari, Fitriyanti, S.S., yang berlangsung di ruang kerja Kepala PLUT Kota Kendari, pada Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti Universitas Ciputra Makassar, yang terdiri atas Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA sebagai Ketua Tim Peneliti dan Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., CPS., CHCM., CODP.

Sebagai anggota tim peneliti, mereka melakukan diskusi mendalam mengenai strategi penguatan UMKM berkelanjutan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, digitalisasi bisnis, hingga inovasi yang diperlukan untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah perubahan ekonomi global.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Peneliti, Dr. St. Salmah Sharon, menjelaskan, penelitian yang sedang dilaksanakan berangkat dari kesadaran bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, namun pada saat yang sama masih menghadapi berbagai tantangan terkait keberlanjutan usaha.

Menurutnya, saat ini pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk mampu bertahan secara ekonomi, tetapi juga harus mampu menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan, yang mencakup aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan inovasi keuangan.

“Perubahan perilaku konsumen global menunjukkan, isu keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan dalam aktivitas bisnis. Oleh karena itu, UMKM perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan tersebut melalui penguatan Green Accountability, Green Economy Capability, dan Green Financial Innovation. Dalam konteks ini, peran lembaga pendamping seperti PLUT menjadi sangat penting, karena menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan,” jelas Dr. Salmah Sharon.

Baca Juga  Tingkatkan Kewaspadaan, PLN Imbau Jaga Jarak Aman dari Jaringan Listrik

Ia menambahkan, hasil observasi dan diskusi yang dilakukan menunjukkan bahwa PLUT Kota Kendari, telah memainkan fungsi strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran bagi pelaku UMKM.

“Kami melihat PLUT tidak hanya berfungsi sebagai pusat konsultasi usaha, tetapi juga sebagai ruang transformasi, yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas manajerial, memperbaiki kualitas produk, memahami pasar, hingga memanfaatkan teknologi digital. Hal ini sejalan dengan tujuan penelitian kami, yang ingin membangun model keberlanjutan UMKM berbasis kolaborasi Quadruple Helix,” ujarnya.

Sementara itu, Fitriyanti, S.S., menjelaskan, PLUT Kota Kendari selama ini berkomitmen menjadi rumah belajar bagi pelaku UMKM, yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini sangat beragam, mulai dari keterbatasan pengetahuan manajerial, lemahnya pengelolaan keuangan, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, hingga kesulitan dalam memperluas akses pasar.

“Karena itu, pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berupa pelatihan sesaat, tetapi pendampingan yang berkelanjutan. Kami berupaya memastikan pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri, mampu membaca peluang pasar, dan siap menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia usaha,” ungkap Fitriyanti.

Ia menjelaskan, PLUT Kota Kendari telah mendampingi berbagai kelompok usaha yang bergerak pada sektor kuliner, kerajinan, fesyen, pengolahan hasil perikanan, ekonomi kreatif, serta berbagai usaha berbasis potensi lokal lainnya.

Melalui berbagai program yang dijalankan, banyak UMKM yang berhasil meningkatkan kualitas produk, memperoleh legalitas usaha, memperluas pemasaran melalui platform digital, hingga memperkuat jaringan kemitraan dengan berbagai pihak.

Baca Juga  Tiga Student Union STIE Ciputra Makassar Gelar Abdimas, Serentak di Dua Panti Asuhan dan Satu Panti Jompo

“Kami selalu mendorong UMKM untuk naik kelas. Tidak hanya fokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun tata kelola usaha yang lebih baik, memperkuat identitas produk, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menciptakan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah. Kami percaya bahwa UMKM yang kuat adalah yang mampu belajar dan beradaptasi secara terus-menerus,” jelasnya.

Menurut Fitriyanti, penelitian yang dilakukan Tim Peneliti Universitas Ciputra Makassar sangat relevan dengan kondisi UMKM saat ini, terutama dalam menghadapi tuntutan pembangunan berkelanjutan.

“Banyak pelaku UMKM sebenarnya telah menerapkan praktik-praktik yang mendukung keberlanjutan, meskipun belum menyadarinya sebagai bagian dari konsep Green Sustainability. Misalnya pemanfaatan bahan baku lokal, pengurangan limbah produksi, penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan, dan penguatan jejaring usaha berbasis komunitas. Praktik-praktik tersebut perlu terus diperkuat, agar menjadi budaya usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Fitriyanti juga menilai, pendekatan Quadruple Helix yang menjadi dasar penelitian, memiliki kesesuaian dengan model pengembangan UMKM yang selama ini dijalankan PLUT.

“Pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan yang mendukung, perguruan tinggi berkontribusi melalui penelitian dan inovasi, dunia usaha membuka akses pasar dan kemitraan, sementara masyarakat menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut. Ketika seluruh elemen ini bekerja bersama, maka peluang UMKM untuk tumbuh dan berkelanjutan akan semakin besar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., CPS., CHCM., CODP, menyoroti pentingnya aspek sumber daya manusia, dalam membangun UMKM yang berkelanjutan.

Baca Juga  Mahasiswa Manajemen UC Makassar Gelar Abdimas di UMKM Chikumi Gowa

Menurut pakar pengembangan SDM dan peneliti Green Leadership tersebut, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

“Dalam banyak kasus, tantangan terbesar UMKM bukan terletak pada produk yang dihasilkan, melainkan pada kemampuan pelaku usaha untuk mengelola perubahan. Karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting. Kami melihat bahwa berbagai program pendampingan yang dilakukan PLUT, telah membantu pelaku UMKM membangun kompetensi dan kepercayaan diri untuk berkembang lebih jauh,” jelas Dr. Mustika.

Ia menambahkan, pendekatan Green Leadership yang menekankan tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, dan orientasi jangka panjang, sangat relevan untuk diterapkan dalam pengembangan UMKM masa depan.

“Ketika pelaku usaha memiliki kesadaran untuk tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan menjaga lingkungan, maka keberlanjutan usaha akan lebih mudah diwujudkan. Inilah esensi dari Green Sustainability yang sedang kami kaji dalam penelitian ini,” tambahnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai masukan strategis, terkait penguatan ekosistem UMKM di Kota Kendari. Tim Peneliti Universitas Ciputra Makassar menilai, berbagai capaian yang telah diraih PLUT Kota Kendari, menunjukkan pentingnya keberadaan lembaga pendamping dalam membangun UMKM yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Hasil diskusi ini akan menjadi bagian penting dalam pengembangan model Green Sustainability UMKM, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan ekonomi hijau berbasis kolaborasi Quadruple Helix di berbagai daerah di Indonesia.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO