MAKASSAR, INKAM — Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Ciputra Makassar, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas), dengan fokus pada Edukasi Literasi Keuangan Digital: Mengelola Arus Kas dengan Memisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Usaha.
Program pendampingan ini melibatkan delapan mahasiswa, dipimpin oleh Ketua Tim Pelaksana, Katie Tjioe, dengan bimbingan dosen pendamping, Ibu Yuyun K. M. Suade, S.M., M.M., CPSP®️.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa melakukan analisis kebutuhan pengelolaan keuangan UMKM Warung Mas Adi milik Suriyadi, yang beralamat di Jalan Mesjid Raya Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tim, ditemukan bahwa UMKM Warung Mas Adi selama ini masih menggunakan rekening pribadi untuk keperluan usaha.
Hal ini menyebabkan berbagai kendala operasional dan finansial, antara lain kesulitan membedakan pemasukan dan pengeluaran pribadi dengan usaha, risiko modal usaha terpakai untuk kebutuhan pribadi, kesalahan dalam perhitungan omzet dan laba rugi usaha, potensi pembengkakan pajak usaha karena pencatatan yang tidak akurat, serta sulitnya mengakses pembiayaan bank karena tidak memiliki laporan keuangan yang rapi.
Tim mahasiswa melihat, bahwa permasalahan ini umum terjadi pada UMKM skala mikro, padahal pemisahan arus kas merupakan fondasi dasar kesehatan keuangan usaha.
Tim juga menjelaskan fungsi masing-masing rekening, di mana rekening pribadi digunakan untuk membeli keperluan pribadi dan dana utama kehidupan sehari-hari, agar tidak tercampur dengan dana usaha, sedangkan rekening usaha menjadi tempat semua hasil uang penjualan masuk, sehingga pembelian stok dapat terjaga dan keperluan usaha tercatat dengan rapi.
Tim mahasiswa juga mengedukasi Suriyadi, mengenai resiko yang masih akan dihadapi jika tidak segera memisahkan rekening.
Resiko tersebut antara lain kesalahan dalam perhitungan omzet, sehingga pemilik usaha tidak tahu pasti berapa pendapatan bersih dari usahanya, kesulitan melacak arus kas sehingga tidak bisa membuat laporan keuangan yang akurat untuk evaluasi usaha, modal usaha yang berisiko terpakai untuk kebutuhan pribadi yang dapat menyebabkan usaha kekurangan stok atau bahkan kolaps, serta pajak usaha yang bisa membengkak, karena pencatatan keuangan yang tidak rapi dan bercampur dengan pengeluaran pribadi.
Pemilik UMKM Warung Mas Adi, Suriyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Bantuan dari mahasiswa sangat bermanfaat. Selama ini saya kesulitan membedakan uang pribadi dan uang usaha. Setelah diberikan edukasi, saya jadi paham pentingnya memiliki rekening terpisah dan bagaimana cara mengelolanya.” ujar Mas Adi.
Hal ini juga ditegaskan dalam Surat Keterangan Hasil Kerjasama dan Kemitraan yang ditandatangani oleh Suriyadi, di mana beliau menyatakan bahwa mitra mengalami peningkatan kemampuan manajemen setelah mengikuti kegiatan ini.
Ketua Tim Pelaksana Abdimas, Katie Tjioe, juga mengungkapkan pandangannya mengenai pelaksanaan program.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana bagi kami, untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di perkuliahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan UMKM lokal,” ucap Katie.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Program Studi Manajemen UC Makassar menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa, agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, khususnya sektor UMKM yang menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung peningkatan kemampuan manajemen mitra UMKM, sebagaimana tercantum dalam indikator keberhasilan kemitraan.
Dengan adanya edukasi literasi keuangan digital ini, diharapkan Warung Mas Adi dapat terus berkembang, dan menjadi contoh bagi UMKM lain di sekitar Kabupaten Gowa, dalam mengelola keuangan usaha secara profesional dan berkelanjutan.











