MAKASSAR, INKAM – Kiprah mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali terlihat di level internasional, melalui partisipasi Muhammad Afdhalul Ilmi Amha, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional angkatan 2025, dalam kegiatan International Youth Connection yang diselenggarakan di Singapura dan Malaysia.
Dalam ajang tersebut, tim yang diikutinya berhasil meraih penghargaan Most Collaborative Team, berkat kekuatan kolaborasi dan inovasi yang dihadirkan.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda akademik dan pengembangan jejaring global, di antaranya study visit ke National University of Singapore (NUS) dan Universiti Malaya (UM), pelaksanaan international congress, debate competition, hingga city tour.
Seluruh rangkaian ini menjadi wadah bagi peserta, untuk memperluas wawasan sekaligus membangun koneksi lintas negara.
“Kegiatan ini berfokus pada Sustainable Development Goals, khususnya SDGs ke-13 tentang climate action. Kami sebagai generasi muda, dituntut tidak hanya memahami isu perubahan iklim, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang bisa memberi dampak nyata,” ujar Afdhalul.
Ia menjelaskan, proses seleksi menuju ajang ini diawali dengan tes wawasan kebangsaan serta penulisan esai bertema Indonesian through innovation SDGs 13.
“Mungkin inovasi yang saya tawarkan menjadi salah satu alasan saya bisa terpilih. Dari situ saya bergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang dengan latar belakang berbeda, mulai dari mahasiswa Universitas Bosowa, Universitas Indonesia, hingga pelajar dari Bekasi dan Surabaya,” jelasnya.
Dalam kompetisi tersebut, timnya mengusung inovasi aplikasi eco mapping yang mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa memotret sampah, membersihkannya, lalu mendapatkan poin yang dapat ditukar dengan voucher UMKM. Kami bahkan sudah melakukan uji coba sederhana di salah satu sekolah di Bekasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar terletak pada proses analisis dan pengembangan ide, agar memiliki nilai pembeda dari aplikasi serupa yang sudah ada, sekaligus memastikan inovasi tersebut dapat diterima masyarakat.
Lebih lanjut, Afdhalul menegaskan, pengalaman ini menjadi momentum penting dalam membawa nama Universitas Bosowa ke tingkat internasional.
“Saya bangga memperkenalkan Unibos di setiap forum yang saya ikuti. Harapannya, universitas ini semakin dikenal sebagai kampus yang kolaboratif dan aktif secara global, serta terus mendukung mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi,” pungkasnya.















