MAKASSAR, INKAM — Harga emas dunia bertahan di kisaran USD 4.700 per ons pada perdagangan terbaru, di tengah dinamika pasar yang dipengaruhi ketegangan geopolitik, serta perkembangan gencatan senjata di Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics, pergerakan emas cenderung stabil setelah sebelumnya mengalami lonjakan signifikan.
Investor kini mencermati implementasi gencatan senjata antara pihak-pihak yang berkonflik, yang dinilai masih rapuh dan berpotensi memicu volatilitas lanjutan di pasar global.
Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penangguhan sejumlah operasi militer, sempat mendorong harga emas naik lebih dari 1 persen. Bahkan, harga logam mulia ini sempat mendekati level USD 4.750 per ons sebelum terkoreksi.
Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Seiring meningkatnya selera risiko investor dan rebound di pasar ekuitas global, harga emas mulai kehilangan sebagian besar keuntungannya. Investor memilih melakukan aksi ambil untung, setelah reli tajam dalam waktu singkat.
Di sisi lain, laporan pelanggaran terhadap beberapa poin kesepakatan gencatan senjata turut menambah ketidakpastian. Media Iran melaporkan adanya gangguan terhadap jalur distribusi minyak, sementara pejabat setempat menyebut sejumlah ketentuan kesepakatan tidak dijalankan sepenuhnya.
Faktor eksternal lain seperti penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi, juga menekan harga emas. Kombinasi ini membuat emas bergerak terbatas, meski tetap bertahan di level tinggi secara historis.
Data terbaru menunjukkan harga emas berada di kisaran USD 4.709 per ons, turun tipis sekitar 0,2 persen secara harian. Penurunan ini juga diikuti oleh komoditas lain seperti perak, tembaga, dan platinum yang mengalami pelemahan serupa.
Meski demikian, emas tetap menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven. Ketidakpastian terkait keberlanjutan gencatan senjata dan potensi eskalasi konflik, membuat investor tetap mempertahankan eksposur terhadap logam mulia ini.
Ke depan, arah harga emas akan sangat ditentukan oleh stabilitas gencatan senjata di Timur Tengah, kebijakan suku bunga global, serta pergerakan dolar AS yang terus menjadi indikator utama sentimen pasar.












