MAKASSAR, INKAM – Momentum penting kembali ditorehkan Universitas Bosowa, melalui Sidang Terbuka Senat dalam rangka Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Profesor, di Gedung Balai Sidang 45, Selasa (31/3/2026).
Agenda akademik ini, menjadi panggung penguatan gagasan strategis di bidang ekonomi pembangunan berbasis kewirausahaan digital.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si., Ketua BPH Asrul Hidayat, Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud H. Baharuddin Rachim, serta Ketua Senat Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. Turut hadir pula jajaran senat, dosen, staf, dan keluarga besar profesor yang dikukuhkan.
Dalam kesempatan itu, Hasanuddin Remmang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan dengan kepakaran kewirausahaan.
Perjalanan akademiknya yang panjang, mulai dari pendidikan dasar di Bone hingga meraih gelar doktor di Universitas Negeri Makassar, menjadi fondasi kuat dalam kontribusinya di dunia pendidikan tinggi.
Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Teknologi Kewirausahaan di Era Bisnis Digital Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Industri Sutra: Peran Ekosistem dan Kolaborasi,” ia menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai kunci peningkatan daya saing UMKM di tengah dinamika ekonomi global.
“Perkembangan teknologi digital dalam kewirausahaan telah membawa perubahan fundamental terhadap cara dan strategi pengembangan UMKM, termasuk industri sutra yang selama ini identik dengan proses tradisional,” ungkapnya.
Ia juga menekankan, bahwa kolaborasi menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antar pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi mampu memperkuat identitas produk berbasis budaya lokal, sekaligus mendorong pemasaran yang lebih luas.
Lebih lanjut, Prof. Hasanuddin menyebut, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Kontribusinya mencapai sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja.
Namun, tingkat adopsi teknologi digital masih tergolong rendah, sehingga membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih terintegrasi.
Pengukuhan ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga mempertegas komitmen Universitas Bosowa dalam mencetak sumber daya manusia unggul, yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan bertambahnya guru besar di bidang strategis, Unibos semakin memperkuat posisinya, sebagai perguruan tinggi yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.















