MAKASSAR, INKAM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya mendorong UMKM dan brand lokal naik kelas, hingga menembus pasar ekspor.
Hal itu disampaikannya, saat melaunching pameran halal dan gaya hidup muslim terbesar, Muslim LifeFair, yang untuk pertama kalinya digelar di Makassar pada 2026, Senin (2/3/2026).
Menurut Munafri, kehadiran Muslim LifeFair bukan sekadar pameran, melainkan momentum strategis memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis UMKM.
Ia menyebut sejumlah brand lokal Makassar, telah berhasil menembus pasar nasional dan kini harus diarahkan menuju ekspor.
“Ekonomi masyarakat harus tumbuh. UMKM kita sudah mulai melebarkan sayap ke tingkat nasional, ujungnya kita target ekspor,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Ajang Muslim LifeFair Makassar 2026 mengusung tema “Perjalanan Menuju Taqwa & Kebangkitan UMKM Indonesia Timur” dengan semangat kampanye #MakassarBisaTonji.
Event ini dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Centre (SMMCC), dengan luas area pameran 5.000 meter persegi.
Munafri menilai, kekuatan ekonomi Sulawesi Selatan bertumpu pada struktur kepemilikan aset produktif yang banyak dikuasai masyarakat lokal, termasuk sektor perkebunan.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat perputaran uang tetap berada di daerah dan menjadi keunggulan kompetitif yang harus dijaga.
“Tugas pemerintah memastikan UMKM ini bisa tumbuh, agar ekonomi kota tetap sehat dan berkelanjutan. Karena di Sulawesi Selatan ini kuat, uangnya berputar di dalam,” tegasnya.
Sebagai informasi, Muslim LifeFair merupakan penyelenggaraan ke-15 sejak pertama kali digelar dan telah menghadirkan lebih dari 2.500 brand sejak 2019 di berbagai kota besar. Tahun ini, Makassar menjadi kota pertama di Indonesia Timur yang dipercaya menjadi tuan rumah.
Sebanyak 116 booth dengan lebih dari 100 brand dari sektor fashion muslim, kuliner halal, travel haji dan umrah, pendidikan Islam, kosmetik halal, hingga produk UMKM lokal akan meramaikan pameran.
Panitia menargetkan 20.000 pengunjung selama tiga hari, dengan potensi transaksi mencapai Rp6 miliar.
Munafri berharap, event berskala nasional ini mampu menjadi pintu masuk perluasan pasar halal di kawasan timur Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah.
“Kalau tata kelola kita baik dan UMKM terus kita dampingi, saya optimistis brand lokal Makassar bukan hanya kuat di nasional, tapi juga siap bersaing di pasar global,” pungkasnya.















