MAKASSAR, INKAM — Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menggelar Wisuda ke-87 Tahun 2026, dengan mengukuhkan sebanyak 692 wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan.
Prosesi sakral tersebut berlangsung di Balai Sidang Muktamar Muhammadiyah, Kampus Unismuh Makassar, Selasa (17/2/2026).
Rektor Unismuh Makassar, Dr Rakhim Nanda, menegaskan, capaian ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam menuju Research University.
Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadikan riset sebagai budaya dan publikasi sebagai tradisi akademik, yang melekat dalam setiap aktivitas ilmiah.
Ia memaparkan, sejak pendataan PDDIKTI tahun 2000 hingga 2025, Unismuh Makassar telah meluluskan dan membina sebanyak 126.013 alumni.
“Jumlah tersebut menunjukkan kontribusi besar kampus, dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi bangsa,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Menurut Rakhim, angka 692 lulusan pada wisuda kali ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi perjuangan panjang mahasiswa.
“Proses wisuda hari ini bukan proses terakhir. Kalau diibaratkan sebagai madrasah kehidupan, justru ini adalah awal. Ini starting point untuk bersosialisasi dengan masyarakat, dan menunjukkan jati diri sebagai profesional,” katanya.
Ia juga mengingatkan, dunia kerja tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga sikap dan etika.
“Yang paling dibutuhkan dunia kerja itu sebenarnya adalah attitude. Kalau talent banyak dan attitude-nya bagus, Insya Allah akan bertahan di dunia kerja,” tambahnya.
Pada wisuda kali ini, pihak universitas memberikan penghargaan kepada lebih dari satu lulusan terbaik tingkat universitas.
Keputusan tersebut diambil karena selisih nilai yang sangat tipis, serta potensi akademik yang sama kuat. Para lulusan terbaik memperoleh apresiasi, berupa kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, menyebutkan, total alumni kini telah mencapai sekitar 126 ribu orang yang tersebar di berbagai daerah.
Ia berharap alumni tidak hanya menjadi tenaga profesional, tetapi juga bagian dari solusi sosial dan membawa nama baik almamater.
“Alumni diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan kampus, serta berkontribusi dalam mendukung kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah di daerah masing-masing,” ungkapnya.
Saat ini, Unismuh Makassar memiliki 72 program studi dan sejumlah jurnal ilmiah terakreditasi nasional, termasuk tujuh jurnal yang masuk kategori Sinta 1 hingga Sinta 6.
Kampus optimistis, terus melahirkan lulusan berkualitas yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, berharap, para lulusan mampu menjadi kebanggaan dan menunjukkan kualitas sejalan dengan prestasi kampus.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, menilai, 692 lulusan tersebut menjadi potensi besar dalam memperkuat daya saing daerah, dan mendukung pembangunan Sulawesi Selatan maupun wilayah lainnya.















