MAKASSAR, INKAM – Investasi emas kini tak lagi sekadar soal keuntungan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup dan perencanaan masa depan masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.
Emas tetap memegang nilai sakral, namun kini dikombinasikan dengan pendekatan modern dan digital.
Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil VI Makassar, Nuzul Rahmat, menyebut, emas memiliki makna budaya yang kuat, terutama bagi perempuan.
“Kalau orang Sulawesi bilang tidak punya uang, biasanya masih punya aset. Makanya emas itu sakral,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi pemberian satu set emas saat pernikahan bukan semata simbol, melainkan bentuk jaminan masa depan. “Yang diminta orang tua itu sebenarnya investasi untuk anaknya ke depan,” kata Nuzul.
Namun seiring waktu, persepsi masyarakat terhadap emas ikut berubah. Jika dulu perhiasan dianggap tidak menarik karena tidak dipakai sehari-hari, kini banyak yang menyesal karena nilai emas melonjak tajam. “Sekarang baru terasa, kenaikannya besar sekali,” tuturnya.
Perubahan gaya hidup ini juga didorong oleh kemudahan layanan. Pegadaian menghadirkan emas digital melalui aplikasi Tring yang banyak diminati generasi muda. Saat ini, perbandingan pengguna emas fisik dan digital berada di angka 50:50.
“Anak-anak muda lebih suka digital. Saldo emas bisa dicek di handphone, bisa digadai, bahkan dicetak jadi fisik kapan saja,” jelas Nuzul.
Selain itu, emas digital dinilai lebih aman dan fleksibel. Transaksi dapat dilakukan dari rumah tanpa risiko kehilangan fisik. Berbeda dengan emas batangan atau perhiasan, yang harus disimpan dan dibawa ke outlet saat ingin dijual atau digadai.
Pegadaian juga menghadirkan berbagai skema yang menyesuaikan gaya hidup, seperti cicil emas, tabungan emas rencana, hingga arisan emas.
Produk-produk ini memungkinkan masyarakat menabung emas untuk pendidikan anak, dana pensiun, hingga persiapan ibadah haji.
“Sekarang orang sudah sadar, THR bukan cuma buat belanja. Ada yang disiapkan untuk dana darurat dan investasi,” ujar Nuzul.
Ia mengimbau masyarakat, agar menjadikan emas sebagai bagian dari gaya hidup finansial sehat. “Aset emas itu tidak tidur. Dari dulu nenek moyang kita sudah lakukan. Bedanya sekarang lebih mudah dan modern,” pungkasnya.












