MAKASSAR, INKAM – Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengapresiasi penyelenggaraan Hotel, Restaurant, and Café Expo (HoRe Expo) & Bazaar Kuliner 2026 yang digelar Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sulawesi Selatan, di Lobby Area Claro Makassar, Jumat (23/1/2026).
Menurut Ahmad Hendra, HoRe Expo 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat industri pariwisata dan perhotelan, sekaligus meningkatkan daya saing Kota Makassar, sebagai destinasi MICE dan kuliner di kawasan timur Indonesia.
“Event seperti ini sangat penting, karena tidak hanya membahas aspek bisnis, tetapi juga kebutuhan industri secara menyeluruh, mulai dari penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan produk dan layanan pariwisata,” ujar Ahmad Hendra dalam sambutannya.
Ia menilai, konsistensi PHRI Sulsel dalam menghadirkan kegiatan berskala industri, menunjukkan peran aktif organisasi tersebut, sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi antara pelaku industri dan pemerintah, menjadi kunci dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.
“HoRe Expo 2026 membuktikan, PHRI mampu eksis dan bergerak sejajar dengan pemerintah. Pariwisata adalah pondasi ekonomi yang kuat, sehingga dibutuhkan strategi yang adaptif terhadap perkembangan pariwisata nasional hingga global,” katanya.
Ahmad Hendra juga mengapresiasi konsep HoRe Expo 2026, yang melibatkan berbagai unsur industri, mulai dari hotel, restoran, supplier, hingga UMKM kuliner.
Keterlibatan lintas sektor tersebut, dinilai mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya saing.
“Apa yang dilakukan PHRI hari ini sangat strategis, karena menghadirkan seluruh unsur industri dalam satu ruang kolaborasi. Kami berharap kegiatan ini, turut mendorong peningkatan kualitas SDM dan pelayanan pariwisata di Kota Makassar,” ujarnya.
HoRe Expo & Bazaar Kuliner 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, 23–25 Januari 2026, dan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PHRI Sulsel.
Kegiatan ini menghadirkan puluhan tenant hotel, restoran, serta bazaar UMKM kuliner, ditambah berbagai agenda edukatif dan kompetisi industri.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Ahmad Hendra, juga mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, untuk terus mempromosikan potensi pariwisata daerah hingga ke tingkat nasional dan mancanegara.
“Semangat PHRI dalam mempromosikan pariwisata Kota Makassar, harus terus dijaga dan diperluas dengan kolaborasi lintas sektor. Inilah kekuatan utama dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan,” pungkasnya.












