BULUKUMBA, INKAM — Bantuan renovasi Masjid Nurul Amin yang diberikan PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, mendapat apresiasi luas dari tokoh adat dan masyarakat Tanah Towa Kajang.
Bantuan ini dinilai tidak hanya memperbaiki fasilitas ibadah, tetapi juga berperan penting dalam menjaga budaya lokal, yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat adat.
Kepala Desa Tanah Towa, Zulkarnain, S.Pd., atau dikenal sebagai Galla Lombo, menyampaikan terima kasih kepada Pegadaian, atas langkah cepat dalam memberikan dukungan renovasi.
Ia menegaskan, masjid tersebut memiliki nilai penting bagi warga Kajang, baik dari sisi keagamaan maupun budaya.
Menurut Zulkarnain, bantuan tersebut membantu masyarakat menjaga kelestarian tradisi, karena Masjid Nurul Amin selama ini menjadi pusat pelaksanaan kegiatan keagamaan adat.
Renovasi yang memadai, akan memastikan aktivitas tersebut tetap berjalan tanpa hambatan.
Para pemuka adat yang hadir, termasuk Ismail dan sejumlah tokoh setempat, menilai kontribusi Pegadaian, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan komunitas adat.
Mereka berharap, program serupa terus berlanjut, untuk mendukung ruang-ruang publik, yang menjadi bagian dari identitas budaya Tanah Towa.
Imam Masjid Nurul Amin, Ust. Sapri, juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya, agar bantuan ini mempercepat proses perbaikan.
Ia menuturkan, masjid tersebut merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan ibadah.
Secara keseluruhan, bantuan Pegadaian dipandang tidak hanya sekadar dana renovasi, tetapi investasi sosial, yang memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat adat Kajang.
Upaya ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi harmonis, antara dunia usaha dan komunitas lokal.















