MAKASSAR, INKAM – Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, kembali ditunjukkan Mercure Makassar Nexa Pettarani, melalui penyelenggaraan UMKM Fiesta 2025, yang akan berlangsung pada 14–16 November 2025.
Mengusung tema “Upgrading UMKM Through Digitalization and Sustainability Approach”, acara ini menjadi ruang kolaboratif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk beradaptasi dengan tren digital dan ekonomi hijau.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Mercure Makassar Nexa Pettarani, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Dekranasda Sulsel, Dharma Wanita Persatuan Sulsel, serta dukungan penuh Bank BRI sebagai sponsor utama.
Kolaborasi ini mempertegas pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah, dalam mendorong UMKM naik kelas.
UMKM Fiesta 2025 akan melibatkan pelaku usaha dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, termasuk UMKM binaan SLB Negeri 1 Makassar, sebagai bentuk inklusi bagi penyandang disabilitas dalam dunia kewirausahaan.
Kehadiran mereka menjadi bukti, bahwa pemberdayaan harus merata, dan memberikan peluang bagi semua kelompok masyarakat.
Beragam rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif, telah disiapkan untuk peserta maupun pengunjung. Mulai dari UMKM Exhibition, Fashion Show, Workshop Eco-Enzym, hingga Training Digital Marketing with AI.
Tak hanya itu, kompetisi video konten promosi berbasis AI, kompetisi senam kreasi, dan lomba masak juga akan meramaikan acara. Hiburan dan doorprize turut disajikan untuk menambah antusiasme masyarakat yang hadir.
General Manager Mercure Makassar Nexa Pettarani, Wiwied Nurseka, menyampaikan, UMKM Fiesta kembali digelar sebagai bentuk kontribusi nyata, terhadap kemajuan pelaku usaha lokal.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami mendukung UMKM. Akan ada pelatihan, workshop, serta lomba-lomba untuk semakin memeriahkan UMKM Fiesta tahun ini. Terima kasih kepada Dinas PTSP atas dukungan luar biasa,” ujarnya.
Dari pihak pemerintah, Analis Kebijakan Ahli Muda DPMPTSP Sulsel, Nirmalasari Haya, menegaskan, acara ini merupakan komitmen Pemprov Sulsel, dalam mendorong UMKM tumbuh bersama usaha besar.
“Ini sudah tiga tahun kami laksanakan. Fokus kami adalah bagaimana UMKM dari 24 kabupaten/kota bisa naik kelas, melalui edukasi, transfer knowledge, dan kemitraan,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Dekranasda Sulsel, Hj. Supriaty Saparang, menilai UMKM Fiesta sebagai wadah strategis, untuk mendorong pelaku usaha memperluas promosi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Ia berharap potensi dan inovasi karya UMKM Sulsel, dapat semakin dikenal secara luas.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulsel, Melani Simon, menambahkan, kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi UMKM, tidak hanya dalam promosi produk tetapi juga peningkatan wawasan.
“Hampir 90 UMKM sudah terdaftar. Selain pameran, ada edukasi dan bimbingan untuk menghasilkan produk lebih mumpuni dan kompetitif,” terangnya.
Dengan menggabungkan unsur kolaborasi, teknologi, kreativitas, dan keberlanjutan, UMKM Fiesta 2025 diharapkan menjadi penggerak baru, dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, serta membuka peluang jejaring bisnis yang lebih luas.












