Info Kejadian Makassar

Dari Guru Agama hingga Menteri Agama, Perjalanan Inspiratif Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar

MAKASSAR, INKAM – Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., adalah contoh nyata bagaimana perjalanan seorang guru agama dapat menembus batas, hingga dipercaya menjadi Menteri Agama Republik Indonesia ke-25.

Lahir di Ujung, Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959, Nasaruddin tumbuh dalam keluarga pendidik.

Sang ayah, Andi Umar, adalah guru sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone, yang menekankan disiplin, kemandirian, dan penguasaan ilmu agama.

Fondasi pendidikan keluarga inilah yang membentuk karakter Nasaruddin kecil. Ia mengawali pendidikan di sekolah dasar negeri, kemudian menimba ilmu di Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo.

Tradisi pesantren mengajarkannya kesederhanaan dan kepekaan sosial. Perjalanan akademiknya berlanjut di IAIN Alauddin Makassar hingga ke jenjang magister dan doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia juga menambah wawasan di universitas internasional seperti McGill (Kanada), Leiden (Belanda), hingga Sorbonne (Prancis).

Karier Nasaruddin berkembang dari kepala sekolah pesantren di Makassar, hingga dipercaya memimpin Pondok Pesantren As’adiyah.

Pada 2022, ia terpilih menjadi Ketua Umum Ponpes As’adiyah, menegaskan pengakuan atas kapasitas keilmuan dan kepemimpinannya. Dalam birokrasi, ia pernah menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam, Wakil Menteri Agama (2011–2014), dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta sejak 2016. Semua capaian itu mengantarnya ke posisi puncak sebagai Menteri Agama RI.

Namun, tantangan besar menantinya. Sebagai Menteri Agama, Nasaruddin dituntut menjawab isu-isu krusial seperti intoleransi, radikalisme, hingga akses pendidikan agama yang belum merata.

Baca Juga  Pembukaan MQKI 2025, Prof Kamaluddin: As'adiyah Patut Berbangga ‎

Dialektika antara tradisi pesantren dan pengalaman akademik global, menjadikan Nasaruddin sosok ulama-birokrat yang unik, fasih dalam bahasa santri sekaligus akademik internasional.

Bagi Nahdlatul Ulama, perjalanan Nasaruddin adalah bukti bahwa tradisi pesantren mampu melahirkan pemimpin bangsa. Ia bukan hanya inspirasi, tetapi juga simbol transformasi sosial: dari guru kampung menjadi pemimpin umat.

Kini, tantangan utamanya adalah membawa Kementerian Agama lebih relevan dengan kebutuhan zaman, memperkuat pendidikan Islam, serta menjadikan agama sebagai sumber kedamaian bagi semua umat.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO