GOWA, INKAM – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025, melalui Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Masjid Agung Kampus II Samata, Gowa, Rabu (27/8/2025).
Tahun ini, PBAK mengusung tema “Memperkuat Literasi Digital, Menangkal Kejahatan Siber.”
Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mardan, M.Ag., secara resmi membuka sidang. Ia menekankan pentingnya pembinaan budaya akademik sejak awal agar mahasiswa baru mampu menyesuaikan diri dengan dunia kampus sekaligus siap menghadapi tantangan era digital.
Sambutan pertama disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Muhammad Khalifa Mustami, M.Pd., yang membuka dengan pantun penyemangat bagi mahasiswa baru.
Ia menegaskan, PBAK merupakan kegiatan wajib sesuai Surat Keputusan Dirjen No. 2939 Tahun 2024, dan akan berlangsung tiga hari hingga 29 Agustus 2025.
Tahun ini, sebanyak 5.532 mahasiswa baru mengikuti PBAK, meningkat dibanding tahun sebelumnya.Rinciannya antara lain: Fakultas Syariah dan Hukum (742), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (1.015), Ushuluddin dan Filsafat (439), Adab dan Humaniora (368), Dakwah dan Komunikasi (748), Sains dan Teknologi (829), Ekonomi dan Bisnis Islam (748), serta Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (644).
Acara turut dihadiri sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Kepala BPSDM Sulsel Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi. mewakili Gubernur Sulsel, Ditbinmas Polda Sulsel AKP H. Ahmad Hamdan, S.H. mewakili Kapolda Sulsel, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, S.T. mewakili Bupati Gowa.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan hangat kepada mahasiswa baru.
Ia menekankan, mereka adalah putra putri terbaik bangsa, yang berhasil lolos dari hampir 30.000 pendaftar di berbagai jalur penerimaan.
Lebih lanjut, Prof. Hamdan menegaskan, pentingnya literasi digital di era modern. Ia mengingatkan mahasiswa, agar kritis terhadap informasi digital dan menjauhi penyebaran hoaks.
“Saya tidak ingin menciptakan mahasiswa-mahasiswa hoaks. Tugas kalian adalah tetap kritis dalam membaca dan mengelola informasi, sehingga dapat menjadi insan akademik yang unggul dan berintegritas,” tegasnya.
Dengan semangat ini, PBAK 2025 diharapkan menjadi titik awal pembentukan karakter mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar, yang cerdas, berintegritas, dan siap menjawab tantangan era digital.












