SOROWAKO, INKAM – Selain menanam ribuan bibit mangrove, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) juga melaksanakan restorasi ekosistem bawah laut di titik kritis kawasan Mangkasa Point, Malili.
Sebanyak 50 struktur transplantasi terumbu karang (spider) dan 20 rumah karang (nursery) diturunkan ke laut, sebagai upaya memulihkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan ketahanan pesisir.
Langkah ini merupakan bagian integral dari pendekatan jangka panjang PT Vale, terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI AL Lantamal VI Makassar, Sorowako Diving Club (SDC), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, dan Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI).
Direktur Hubungan Eksternal PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan, kondisi ekosistem pesisir di Malili sudah memasuki tahap yang memprihatinkan.
“Jika ekosistem pesisir rusak, maka bukan hanya lingkungan yang terdampak, tetapi juga ekonomi masyarakat dan harapan pertumbuhan inklusif,” ujarnya.
Data internal PT Vale menunjukkan, dari total 111 hektar kawasan terumbu karang, hanya sekitar 30,96 hektar yang masih sehat.
Sementara itu, ekosistem lamun tersisa hanya 0,88 hektar. Penurunan ini menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk bertindak secara kolaboratif.
Simbolisasi penyerahan struktur transplantasi dilakukan oleh Abu Ashar, kepada tim lapangan yang akan bertugas melakukan monitoring dan perawatan lanjutan.
Upaya ini memastikan, kegiatan restorasi tidak berhenti di instalasi awal, tetapi berkelanjutan hingga ekosistem kembali stabil.
Danlantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, menyatakan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi pertahanan negara.
“Kami memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjaga laut, dan sinergi dengan sektor industri seperti PT Vale sangat penting,” ujarnya.
Menurut Wahyudi, keberlanjutan laut bukan hanya soal konservasi, tapi juga menyangkut ketahanan nasional.
Oleh karena itu, TNI AL akan terus mendukung program-program pelestarian pesisir melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat.
PT Vale percaya, setiap terumbu yang dipulihkan adalah bukti bahwa industri dapat menjadi bagian dari solusi iklim.
“Restorasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk menjaga bumi,” tutup Abu.















