MAKASSAR, INKAM – Kinerja sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sulampua) menunjukkan pertumbuhan yang solid, sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret dan April 2025, seluruh subsektor dalam kelompok Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), tercatat mengalami perkembangan signifikan, terutama pada sektor fintech peer-to-peer (P2P) lending.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengungkapkan, sektor pembiayaan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan total pembiayaan mencapai Rp52,374 triliun pada April 2025.
Sementara itu, sektor pergadaian juga menunjukkan kinerja impresif, dengan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp19,114 triliun atau tumbuh 30,20 persen yoy.
Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada sektor fintech P2P lending, yang mencatat outstanding pembiayaan sebesar Rp5,454 triliun pada Maret 2025, melonjak 57,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Muchlasin, lonjakan ini mencerminkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap platform digital, sebagai alternatif pembiayaan yang cepat dan mudah diakses.
Namun demikian, tidak semua subsektor mengalami tren yang sama. Perusahaan modal ventura mencatatkan kontraksi sebesar -7,02 persen yoy, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp784 miliar.
Hal ini menunjukkan, adanya tantangan dalam penyaluran pembiayaan berbasis penyertaan modal, yang memerlukan perhatian khusus dari pelaku industri maupun regulator.
Secara keseluruhan, OJK menilai bahwa dinamika positif di sektor IKNB Sulampua, merupakan hasil dari adaptasi yang baik terhadap kebutuhan masyarakat, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
“Kami terus mendorong pelaku industri, untuk menjaga kinerja dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan non-bank, khususnya yang berbasis digital, dan menjangkau daerah-daerah yang belum terlayani secara optimal,” pungkas Muchlasin.












