Info Kejadian Makassar

Menteri Pertanian Kecam Praktik Oplosan Beras: “Biadab! Tidak Akan Kami Biarkan”

MAKASSAR, INKAM – Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum IKA Unhas, Dr. Andi Amran Sulaiman, MP, mengecam keras praktik pengoplosan beras, saat menghadiri wisuda Universitas Hasanuddin di Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (14/7/2025).

Mentan menyoroti maraknya kasus oplosan beras—beras biasa yang dikemas dan dijual sebagai premium, dengan harga dinaikkan hingga Rp 3.000 per kilogram.

“Beras yang harusnya biasa malah dijual sebagai premium—naik Rp 3.000 per kilo. Ini biadab! Tidak boleh dibiarkan selama kami masih di Kementerian Pertanian,” tegasnya .

Ia melanjutkan, praktik tersebut merugikan rakyat menengah ke bawah, yang sangat bergantung pada harga pangan stabil.

“Kalau naik Rp 3.000 mungkin tidak terasa bagi yang mampu. Tapi bagaimana dengan saudara kita yang ekonominya menengah ke bawah?” ujar Mentan.

Data dari Satgas Pangan dan Kementan menyebutkan, telah ditemukan 212 merek beras yang tidak sesuai standar kualitas maupun kuantitas.

Banyak kemasan premium ternyata berisi beras biasa. Beberapa juga menipu berat—label 5 kg, isinya hanya 4,5 kg .

Menurut laporan, praktik ini menyebabkan kerugian negara hingga Rp 99 triliun dari aspek harga dan volume.

Untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), dugaan oplosan mencapai 80% produk, merugikan hingga Rp 2 triliun per tahun atau Rp 10 triliun dalam 5 tahun .

Pemerintah tak tinggal diam. Mentan mengungkap bahwa 260 kasus mafia pangan telah diungkap dalam 10 bulan terakhir, termasuk 212 kasus beras oplosan dan 27 kasus pupuk palsu.

Baca Juga  Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Kiprah KICI, Tekankan Urgensi Perlindungan Anak dan Perempuan

Kementan bekerja sama dengan Polri, Kejaksaan, Bulog, dan Kemendagri untuk menyisir pelakunya

Sebanyak 10 produsen besar sudah dipanggil polisi, dengan surat pemanggilan dari Bareskrim Polri.

“Kalau ada mafia dan koruptor, kita berantas bersama. Ini perintah presiden,” tegas Mentan.

Untuk meredam dampak kenaikan harga, Mentan menjanjikan penyaluran 362 ribu ton bansos beras, didukung stok 4,2 juta ton beras pemerintah, dan alokasi SPHP sebesar 1,3 juta ton. Ia optimis harga akan turun segera.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO