Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

Prof Ambo Asse: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Perjuangan Mewujudkan Ilmu dan Iman

MAKASSAR, INKAM — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Dr KH Ambo Asse, M.Ag., mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah titik akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan nyata di tengah masyarakat.

Pesan ini ia sampaikan dalam sambutan pada Wisuda ke-85 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, yang digelar di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh, Sabtu (21/7/2025).

“Wisuda hari ini bukan yang terakhir, tetapi baru memulai perjuangan,” tegas Prof Ambo, di hadapan 1.376 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Profesi, hingga Pascasarjana.

Menurutnya, lulusan Unismuh harus siap membawa ilmu ke dalam praktik kehidupan yang bermakna, serta tampil sebagai agen perubahan yang berintegritas.

Dalam pidatonya, Prof Ambo juga menyinggung capaian institusi yang telah memasuki usia ke-62 tahun.

Ia menilai, perjalanan panjang Unismuh telah menunjukkan hasil yang membanggakan, salah satunya melalui keikutsertaan dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

“Kita patut bersyukur atas semua pencapaian ini. Sebagaimana firman Allah: la’in syakartum la’azidannakum — jika kalian bersyukur, maka nikmat akan ditambah,” tuturnya.

Ia kemudian menggarisbawahi, pendidikan tinggi bukan semata-mata tentang pencapaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter yang islami.

Karena itu, ilmu yang diperoleh para lulusan, kata dia, harus berpadu dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yang telah menjadi fondasi pendidikan di Unismuh Makassar.

“Unismuh membekali mahasiswanya dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Jadikan itu sebagai fondasi hidup,” ujarnya.

Baca Juga  Prodi Baru S2 Teknik Sumber Daya Air Unismuh Makassar, Raih Akreditasi Baik dari LAM Teknik

Ia pun berpesan, agar lulusan senantiasa menjunjung tinggi akhlak, kejujuran, keikhlasan, dan kesabaran, sebagai ciri pribadi seorang muslim yang beriman dan bertanggung jawab.

Tak lupa, Prof Ambo menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater, agama Islam, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Alumni, katanya, harus menjauhi tindakan yang bertentangan dengan prinsip aqidah, akhlak, ibadah, dan muamalah, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Ia pun mengutip pesan bijak dari Imam Syafi’i, bahwa dunia dan akhirat yang baik, hanya dapat diraih melalui perpaduan antara ilmu dan iman.

“Setinggi apapun ilmu seseorang, jika imannya lemah, bisa terjerumus dalam perbuatan tercela, seperti korupsi,” ucapnya, memberi penekanan pada pentingnya integritas moral.

Sebagai penutup, Prof Ambo menyerukan, agar alumni Unismuh senantiasa menjaga identitas sebagai muslim yang berakhlak mulia.

Menurutnya, kepribadian yang luhur akan menjadi pembeda dan membuat lulusan dicintai di manapun berada.

“Jagalah identitas sebagai muslim yang berakhlak. Itulah yang membedakan alumni Unismuh — unggul dalam iman, ilmu, dan amal,” pungkasnya.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah