MAKASSAR, INKAM – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (UNHAS) terus menunjukkan komitmennya, dalam mendukung pelestarian ekosistem laut melalui kolaborasi internasional.
FIKP UNHAS menyelenggarakan pelatihan bertajuk Training Course on Restoration of Coral Reef & Development of Marine Ranching Techniques, di Ruang Sidang FIKP, Makassar, Pada Rabu (18/6/2025).
Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis, antara FIKP UNHAS dengan dua perguruan tinggi terkemuka asal Tiongkok, yakni Shanghai Ocean University dan Guangdong Ocean University.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar kelautan dari ketiga institusi, untuk membahas pendekatan ilmiah dalam restorasi terumbu karang, serta pengembangan teknik peternakan laut (marine ranching).
“Pengalaman dan pengetahuan Tiongkok dalam pengelolaan sumber daya laut, menjadi pelajaran penting bagi kita dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia,” ungkap Prof. Safruddin, S.Pi., MP., Ph.D., Dekan FIKP UNHAS.
Ia menambahkan, pelatihan ini memperkenalkan konsep dasar terumbu karang buatan, sebagai solusi alternatif menggantikan terumbu alami yang rusak.
Selain aspek ekologis, terumbu karang buatan juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang signifikan, bagi masyarakat pesisir.
Struktur buatan ini dapat menunjang aktivitas perikanan yang berkelanjutan, dan mengurangi tekanan pada terumbu alami, sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang perikanan.
Prof. Safruddin juga mengungkapkan, kerja sama ini telah berlangsung selama tiga tahun, dan dirancang untuk berlanjut hingga 2027.
Proposal kerja sama mencakup berbagai program akademik, seperti student exchange, inbound-outbound mobility, hingga kemungkinan *
joint degree, di mana mahasiswa dapat meraih gelar dari UNHAS dan universitas mitra di Tiongkok.
“Kami berharap ada dukungan beasiswa dalam program ini, sehingga mahasiswa FIKP bisa ikut serta dalam program pelatihan atau pendidikan lanjutan di sana,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, awal Juli mendatang, pihak FIKP akan melakukan kunjungan ke Tiongkok, untuk mengikuti seminar bersama, yang turut didukung secara pendanaan oleh mitra internasional.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas keilmuan dan riset di bidang kelautan, serta membuka cakrawala internasional bagi mahasiswa UNHAS, dalam menjawab tantangan global kelestarian laut,” ungkap Prof. Safruddin.












