MAKASSAR, INKAM – Peta persaingan jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, semakin dinamis.
Di tengah sejumlah nama yang mulai mengemuka, nama mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), terus mencuat sebagai kandidat paling potensial untuk memimpin Golkar Sulsel.
Penguatan dukungan terhadap IAS dinilai bukan tanpa alasan. Ia dianggap sebagai figur yang tak hanya memiliki pengalaman manajerial sebagai kepala daerah, namun juga mempunyai rekam jejak panjang, dalam membesarkan organisasi partai hingga ke akar rumput.
“IAS adalah sosok yang sudah terbukti. Elektabilitasnya teruji dalam berbagai simulasi, bahkan dalam Pilgub Sulsel terakhir, dukungan publik terhadap beliau mencapai 39 persen, mengungguli petahana,” kata Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD II Golkar Luwu Timur, Andi Nasrum San, saat ditemui di Malili, Kamis (12/6/2025).
Menurut Nasrum, setidaknya ada tiga keunggulan strategis yang membuat IAS, layak memimpin Partai Golkar Sulsel.
Pertama, ia memiliki basis pemilih loyal yang konsisten mendukung meski di luar jabatan publik.
Ini menunjukkan, kekuatan politik IAS tidak tergantung pada kekuasaan, melainkan pada kepercayaan masyarakat.
Kedua, IAS terbukti mampu mengkonsolidasikan partai secara struktural.
Selama menjabat sebagai Ketua Golkar Makassar, IAS sukses membangun kantor partai permanen—langkah nyata penguatan infrastruktur politik.
Perhatian besar terhadap kaderisasi, membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang membumi dan dekat dengan basis.
Ketiga, posisi IAS yang tidak menjabat sebagai kepala daerah, justru dinilai sebagai keunggulan tersendiri.
Tanpa disibukkan urusan pemerintahan, IAS diyakini bisa mengalokasikan seluruh fokus dan energi untuk konsolidasi partai, membangun strategi kemenangan, dan memperkuat mesin politik menjelang Pemilu 2029.
“Golkar Sulsel butuh pemimpin yang bisa langsung tancap gas. Bukan belajar lagi dari awal. Dan Pak IAS, sudah terbukti matang di lapangan,” tegas Nasrum.
Dengan ketiga keunggulan tersebut, IAS dinilai sebagai sosok pemersatu, yang dapat menggalang kekuatan politik lintas wilayah.
Ia juga dinilai mampu membangun sinergi strategis dengan seluruh stakeholder partai, tanpa harus tersandera kepentingan birokrasi.
Kini, mata publik politik Sulsel menanti dinamika Musda, dan konsolidasi final menuju penentuan kepemimpinan DPD Golkar Sulsel berikutnya.












