MAKASSAR, INKAM – Kota Makassar masih menjadi pusat dominasi simpanan masyarakat di Sulawesi Selatan, dengan kontribusi mencapai 54,56 persen terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) di wilayah tersebut, hingga April 2025.
Namun demikian, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti tren perlambatan pertumbuhan simpanan di sejumlah daerah penyangga, termasuk Kabupaten Gowa, Luwu Timur, dan Luwu Utara.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III, Fuad Zaen, menjelaskan, walau Makassar menjadi barometer perekonomian Sulsel dengan nilai simpanan terbesar, terdapat potensi ketimpangan antarwilayah yang harus diantisipasi.
“Makassar masih dominan, tapi kita perlu waspadai penurunan kontribusi dari kabupaten lain, yang sempat menjadi titik pertumbuhan ekonomi berbasis investasi,” ujarnya di Makassar, Senin (27/5/2025).
Berdasarkan data LPS, lima daerah dengan porsi simpanan terbesar setelah Makassar, adalah Kabupaten Gowa (5,02%), Luwu Timur (4,90%), Luwu Utara (4,87%), dan Luwu (4,48%).
Namun dalam setahun terakhir, laju pertumbuhan simpanan di wilayah-wilayah ini cenderung menurun secara tahunan (year-on-year).
Misalnya, pertumbuhan simpanan di Kabupaten Gowa mengalami penurunan signifikan, dari 12,68% pada April 2024 menjadi hanya 4,02% pada April 2025.
Kondisi serupa juga terlihat di Luwu Timur yang turun dari 9,58% menjadi 3,01%, serta Luwu Utara dari 6,46% ke 2,96%.
Fuad menyampaikan, tren ini perlu menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan daerah.
“Salah satu faktor penyebab bisa jadi penurunan kegiatan ekonomi lokal, atau kurangnya stimulus di sektor riil. Diperlukan intervensi strategis, untuk kembali mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan DPK yang sehat bukan hanya mencerminkan peningkatan tabungan masyarakat, tetapi juga kepercayaan terhadap sistem perbankan dan kondisi ekonomi secara umum.
Oleh karena itu, LPS mengajak semua pihak, termasuk perbankan daerah, untuk mendorong inovasi dan layanan inklusif.
“Distribusi simpanan yang lebih merata, akan membantu memperkuat ketahanan ekonomi regional. Kami dari LPS siap mendukung upaya literasi keuangan di daerah-daerah, yang potensi pertumbuhannya masih besar tapi belum tergarap maksimal,” pungkas Fuad.












