Info Kejadian Makassar

Dorong Literasi di Era Digital, BI Sulsel Gandeng Penulis Nasional Bangkitkan Budaya Membaca

MAKASSAR, INKAM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan literasi, di tengah pesatnya arus digitalisasi.

Melalui talkshow bertajuk Well-Read, Well-Lived: Literasi dan Harmoni dalam Era Digital, BI Sulsel menghadirkan dua penulis nasional ternama, Ratih Kumala dan M. Aan Mansyur, sebagai upaya membangkitkan kembali budaya membaca di kalangan masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Baruga Pinisi lantai 4 KPw BI Sulsel, Rabu (28/5/2025), merupakan bagian dari peringatan World Day, sebuah momentum global untuk menggaungkan pentingnya literasi dalam kehidupan modern.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama, menegaskan, rendahnya minat baca di Indonesia masih menjadi tantangan serius, bahkan menempatkan Indonesia di peringkat bawah di kawasan ASEAN.

“Literasi kita masih di bawah rata-rata global. Dalam skala Asia Tenggara, kita bersanding di posisi bawah bersama Kamboja dan Filipina,” ungkap Wahyu, saat membuka acara.

Namun demikian, Wahyu menyebut, Sulawesi Selatan memiliki capaian positif dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang berada di angka 88,4 persen, melampaui rata-rata nasional.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kualitas bacaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama karena saat ini mayoritas bacaan hanya berkutat pada status media sosial, bukan pada literatur yang mencerahkan pemahaman jangka panjang.

“Setiap hari kita membaca, tapi yang dibaca adalah status media sosial. Bukan ilmu pengetahuan untuk masa depan,” kata Wahyu mengkritisi.

Baca Juga  Edukasi "Cinta Bangga Paham Rupiah" di Wilayah 3T, BI Sulsel Perkuat Kedaulatan Mata Uang

Ia pun mencontohkan negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, yang sudah menanamkan budaya membaca sejak dini.

Menurutnya, kemajuan negara bisa dilihat dari kualitas literasi masyarakatnya.

Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap penguatan literasi, BI Sulsel tidak hanya menggulirkan program beasiswa, tetapi juga aktif menggelar kegiatan edukasi publik, yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.

“Ilmu pengetahuan kini sangat mudah diakses melalui teknologi dan kecerdasan buatan (AI), namun jika budaya membacanya lemah, potensi itu tidak akan maksimal. Membaca adalah jendela hati, jendela jiwa, dan jendela dunia,” pungkas Wahyu.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO