Info Kejadian Makassar

Arahan Inpres No. 1 Tahun 2025, Pemprov Sulsel Fokuskan Anggaran untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi

INKAM, MAKASSAR – Dalam menghadapi dinamika peningkatan pelayanan publik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memaksimalkan, dan telah menetapkan langkah strategis menindaklanjuti Inpres No. 1 Tahun 2025.

Kebijakan ini, yang menitikberatkan pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, dirancang untuk mengoptimalkan alokasi dana, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, saat melaporkan kepada Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, dalam rapat Penyesuaian Pendapatan dan Efisiensi Belanja Daerah dalam APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat tersebut diselenggarakan secara virtual, dari Rujab Sekda Sulsel, pada hari Senin (28/4/2025).

“Pemprov Sulsel melakukan penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah, sesuai dengan Inpres No. 1 Tahun 2025,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya cermat dalam mengelola keuangan daerah, Pemprov Sulsel juga menerapkan pembatasan terhadap belanja kegiatan seremonial.

Serta kebijakan ini, juga mencakup pengurangan belanja perjalanan dinas, seperti yang terkandung dalam surat edaran tersebut.

Ini meminimalkan penggunaan dana, pada kegiatan yang belum tentu memberikan kontribusi langsung pada pelayanan publik.

“Kami di Sulawesi Selatan, efisiensi perjalanan dinas itu melebihi 50 persen,” sebutnya.

Melalui efisiensi ini, dana yang dihemat diarahkan untuk membiayai sektor-sektor vital.

Pengalokasian dana secara tepat, diharapkan mampu meningkatkan infrastruktur pendidikan, kesehatan, sanitasi, serta mengoptimalkan pengendalian inflasi dan stabilisasi harga.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Dorong Budaya Olahraga, dengan Berolahraga Bersama Pegawai0

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjamin kesejahteraan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Hasil efisiensi belanja ini, kemudian kami alihkan untuk membiayai penggunaan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sanitasi; optimalisasi penanganan pengendalian inflasi; stabilisasi harga makanan dan minuman; penyediaan pangan; dan prioritas lain yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemaparan mengenai kebijakan ini, juga disertai paparan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulsel.

Pemaparan tersebut, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan Anggaran, Sakura, sebagai wakil dari Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga, dalam mewujudkan reformasi pengelolaan anggaran yang komprehensif dan berdampak.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO