Info Kejadian Makassar

Perkuat Pemahaman MKPK, Direktorat Kemahasiswaan Unhas Fasilitasi Pengurus UKM

MAKASSAR, INKAM – Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) merupakan mata kuliah, yang kegiatan pembelajarannya dilakukan di luar program studi, dalam universitas dan/atau di luar universitas.

Mata kuliah ini wajib diikuti mahasiswa, dengan beban sebesar 20 SKS untuk rumpun non-kesehatan dan 10 SKS untuk rumpun kesehatan, yang mana bentuk kegiatan pembelajarannya dapat direkognisi, melalui penyetaraan activity hour ke dalam satuan kredit semester (SKS).

Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin menggelar Workshop MKPK, bagi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis, 20–24 April 2026, di Aula LPMPP Unhas.

Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada pengurus UKM, terkait implementasi MKPK, sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di luar program studi.

Melalui kegiatan ini, pengurus UKM diharapkan mampu mengelola aktivitas organisasi secara terstruktur, sehingga dapat direkognisi sebagai bagian dari capaian pembelajaran mahasiswa.

Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi, Ph.D., menegaskan, Direktorat Kemahasiswaan berkomitmen memfasilitasi organisasi mahasiswa, dalam memahami implementasi MKPK secara lebih mendalam.

“Kami berharap mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam merencanakan dan merekognisi aktivitas kemahasiswaan, sebagai bagian dari pemenuhan SKS MKPK. Kami berharap organisasi mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan pemahaman terkait MKPK,” ujar Abdullah Sanusi.

Pada hari pertama, hadir sebagai pemateri Ira Taskirawati, S.Hut., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Kehutanan Unhas. Dalam pemaparannya, Ira menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam merencanakan pemenuhan MKPK sejak dini, khususnya bagi mahasiswa angkatan 2023.

Baca Juga  Unhas Terima 11.623 Mahasiswa Baru 2026, Fokus Mutu Akademik dan Seleksi Berkeadilan

Ia menjelaskan, masih banyak mahasiswa yang memandang pemenuhan MKPK secara santai, karena menganggap pelaksanaannya baru diperlukan pada semester enam.

“Padahal sistemnya bisa ditabung, sehingga tidak harus menunggu waktunya tiba baru kalang kabut,” jelas Ira.

Lebih lanjut Ira menegaskan, keberadaan MKPK sangat penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

Ia menambahkan, ijazah dan IPK memang penting, namun belum cukup tanpa didukung pengalaman organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.

Menurutnya, mahasiswa yang aktif di UKM umumnya memiliki pengalaman yang lebih beragam serta keunggulan dalam berbagai aspek, seperti kemampuan komunikasi, penguasaan hard skill dan soft skill, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

MKPK sendiri diharapkan mampu membentuk profil lulusan dengan kompetensi utama abad ke-21, yaitu critical thinking, creativity, collaboration, character, communication, dan citizenship.

Kegiatan workshop akan berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan materi terkait perencanaan kegiatan, rekognisi aktivitas kemahasiswaan, serta mekanisme konversi activity hour ke dalam SKS MKPK.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman serta kesiapan pengurus UKM, dalam mendukung implementasi MKPK secara optimal di lingkungan Universitas Hasanuddin.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO