INKAM, MAKASSAR – Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di wilayah Sulampua, menunjukkan kinerja positif hingga Februari 2025.
Data dari OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat, aset dana pensiun tumbuh 4,46 persen secara tahunan menjadi Rp3,76 triliun, menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan dana jangka panjang.
Di sektor pembiayaan, total piutang perusahaan pembiayaan meningkat 8,25 persen, menjadi Rp52,41 triliun.
Namun, pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi -9,10 persen, mencerminkan tantangan dalam pembiayaan sektor inovatif dan startup.
Perusahaan penjaminan turut mencatatkan kinerja impresif, dengan pertumbuhan outstanding penjaminan sebesar 28,25 persen menjadi Rp957 miliar.
Hal ini mendukung UMKM, dalam memperoleh akses pembiayaan dengan agunan yang lebih ringan.
Sementara itu, sektor pergadaian mencatat lonjakan pinjaman sebesar 27,59 persen menjadi Rp17,61 triliun, menunjukkan bahwa gadai masih menjadi alternatif pembiayaan utama masyarakat, di tengah kebutuhan likuiditas yang cepat.
Perkembangan mencolok terjadi pada fintech peer to peer lending. Outstanding pembiayaan pada sektor ini tumbuh signifikan sebesar 64,50 persen menjadi Rp5,2 triliun pada Januari 2025.
Fintech menjadi penggerak inklusi keuangan digital, di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan keuangan konvensional.
Menurut Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, perkembangan pesat di sektor IKNB khususnya fintech dan pergadaian, menunjukkan dinamika kebutuhan pembiayaan masyarakat yang makin beragam dan digital.
OJK akan terus mengawasi, serta mendorong inovasi keuangan yang berkelanjutan dan berintegritas, di wilayah Sulampua.












