INKAM, MAKASSAR – Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) membuka peluang besar bagi akademisi Indonesia, dengan menyediakan 250 beasiswa penuh, untuk program doktoral.
Kesempatan ini diperkenalkan dalam kegiatan Pre-PhD Coaching dan Pelatihan Publikasi Jurnal Internasional, yang digelar di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, pada 22–23 April 2025.
Program ini dirancang, untuk membantu para calon mahasiswa PhD memahami proses penulisan proposal disertasi, publikasi ilmiah bereputasi, serta strategi menghadapi tantangan dalam pendidikan doktoral.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari 12 perguruan tinggi di Indonesia, menjadikannya pelatihan terbesar dalam sejarah penyelenggaraan UMAM.
Dwi Santoso, Ph.D., perwakilan UMAM, menyebut, selain pendampingan akademik, peserta juga mendapatkan informasi lengkap tentang beasiswa yang ditawarkan.
Beasiswa mencakup pembebasan biaya kuliah selama tiga tahun, hasil kerja sama UMAM dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan didukung oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Irwan Akib.
“Pendaftaran dilakukan secara online. Sertifikat pelatihan ini menjadi syarat wajib untuk mengakses beasiswa,” jelas Dwi.
Hingga pertengahan April, 87 orang telah melengkapi dokumen pendaftaran, sementara 102 lainnya masih dalam proses.
UMAM juga mengumumkan kebijakan terbaru dari Malaysian Qualifications Agency (MQA), yang menghapus kewajiban penguasaan bahasa Inggris, sebagai syarat masuk program PhD.
Kini, mahasiswa diperbolehkan menulis disertasi dalam bahasa Melayu, sebuah langkah yang sangat memudahkan pelamar dari Indonesia.
Dengan kombinasi antara pelatihan intensif dan beasiswa penuh, UMAM berharap dapat menjaring lebih banyak akademisi muda dari Indonesia, untuk melanjutkan studi doktoral dan memperkuat jejaring ilmiah di kawasan ASEAN.












