Info Kejadian Makassar

Film COTO vs KONRO Perkenalkan Aksara Lontara ke Generasi Muda

INKAM, MAKASSAR – Aksara Lontara, warisan budaya Suku Bugis dan Makassar, kembali diperkenalkan ke publik melalui film “COTO vs KONRO”.

Film garapan sutradara Irham Aco Bahtiar ini, menampilkan aksara khas Sulawesi Selatan dalam beberapa adegan, termasuk pada buku resep coto, yang menjadi bagian penting dalam alur cerita.

Aco mengungkapkan, kehadiran aksara Lontara dalam filmnya bukan sekadar estetika, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya.

Ia ingin mengenalkan kembali aksara ini, yang sudah digunakan sejak abad ke-14, dan sempat tergeser oleh huruf Latin.

“Saat menulis skenario, saya langsung teringat dengan aksara Lontara, yang dulu sering diceritakan oleh ayah saya. Ini adalah momen yang tepat untuk memperkenalkannya kembali melalui film,” ujarnya.

Menurutnya, aksara Lontara memiliki nilai sejarah yang tinggi, sama seperti resep coto yang diwariskan turun-temurun.

“Lewat film ini, saya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan bangga dengan kekayaan budaya sendiri. Seperti halnya aksara Jawa dan Sunda yang masih lestari, kita juga harus menjaga aksara Lontara,” tambah Aco.

Tak hanya itu, Aco juga menegaskan, aksara Lontara merupakan simbol peradaban seni yang perlu terus diperkenalkan, terutama kepada masyarakat luar Sulawesi.

“Kita ingin lebih banyak orang tahu, bahwa di Sulawesi Selatan juga ada aksara khas yang memiliki sejarah panjang. Ini adalah kebanggaan budaya bagi suku Bugis dan Makassar,” jelasnya.

Baca Juga  Gelar Gala Premiere, Film Keluar Main 1994 Siap Hadirkan Komedi Segar Penuh Makna

Dalam film “COTO vs KONRO”, buku resep yang ditulis dalam aksara Lontara dibuat oleh Idris Baba Ong, seorang seniman dan penggiat budaya Makassar, yang juga berperan sebagai Ahmad, ayah dari H. Matto.

Idris mengaku bangga dapat terlibat dalam proyek ini.

“Jujur, saya tidak menyangka tampilan buku aksara Lontara dalam film, akan seindah ini. Saya senang bisa dipercaya menulis resep coto dalam Lontara, dan sekaligus bermain dalam film ini,” katanya.

Film “COTO vs KONRO” sendiri merupakan produksi DCU Production dan Rumah Semut Film, yang mengangkat tema kuliner khas Makassar dengan sentuhan budaya lokal.

Dengan menghadirkan aksara Lontara dalam film, para pembuatnya berharap lebih banyak orang, baik di dalam maupun luar Sulawesi Selatan, dapat mengenal aksara ini sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Kini, film “COTO vs KONRO” telah tayang di bioskop seluruh Indonesia.

Selain menyuguhkan kisah menarik seputar persaingan kuliner coto dan konro, film ini juga membawa pesan penting tentang pelestarian aksara Lontara, yang diharapkan tetap hidup di tengah era modernisasi dan digitalisasi.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO