INKAM, LUWU UTARA – Keberanian luar biasa ditunjukkan oleh Rulla, seorang petani gula asal Dusun Malimbu, Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Pada Selasa (21/1/2025) sore, ia berhasil menyelamatkan diri dari serangan ular piton sepanjang 7 meter, dengan menebasnya menggunakan parang.
Kepala Desa Malimbu, Kasrim, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi saat Rulla dalam perjalanan menuju kebunnya.
“Sudah digigit, lalu dililit sama ular. Tapi Pak Rulla ini lincah juga,” ujarnya.
Dalam situasi kritis tersebut, Rulla dengan sigap menebas tubuh ular hingga tewas, meskipun mengalami luka pada lengan dan paha akibat gigitan dan lilitan ular.
Setelah insiden tersebut, Rulla kembali ke rumahnya untuk menenangkan diri, sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan perawatan atas luka-lukanya.
Kasrim menambahkan, serangan ular terhadap manusia bukanlah hal baru di wilayah tersebut.
Ia menduga menipisnya rantai makanan di hutan, menyebabkan ular-ular besar mendekati permukiman warga.
“Sudah tidak ada makannya di hutan. Makanya mereka keluar ke dekat kampung. Sering sekali kejadian seperti ini, hewan ternak juga sering jadi korban,” jelasnya.
Sebelumnya, insiden serupa juga menimpa seorang warga bernama Benjo yang terluka, akibat serangan ular piton.
Kasrim mengimbau warga untuk lebih waspada, terutama saat bepergian ke area hutan atau kebun, mengingat kehadiran ular piton besar menjadi ancaman nyata bagi manusia maupun hewan ternak.
Kisah heroik Rulla dalam menghadapi ular piton ini, menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di hutan Sulawesi Selatan.
Aksi beraninya tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang keberanian dan ketangguhan manusia, dalam menghadapi alam liar.












