INKAM, MAKASSAR – Dukungan kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan terus meningkat, dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp40 triliun hingga November 2024.
Angka ini tumbuh 10,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Darwisman, Kepala OJK Sulselbar, sektor UMKM menjadi prioritas dalam mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Kami memastikan perbankan memberikan dukungan optimal kepada sektor ini,” jelasnya.
Sebagian besar kredit disalurkan ke sektor perdagangan, diikuti oleh sektor pertanian dan industri kreatif.
Pertumbuhan ini tak lepas dari berbagai program pemerintah, seperti subsidi bunga dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang mendorong pelaku UMKM mengakses pembiayaan formal.
Namun, tantangan utama dalam pengembangan UMKM tetap ada, terutama terkait literasi keuangan dan manajemen usaha.
Oleh karena itu, OJK bersama perbankan, terus melaksanakan program pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM.
Digitalisasi juga menjadi kunci untuk meningkatkan akses pelaku UMKM terhadap layanan keuangan.
Dengan memanfaatkan platform digital, perbankan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha, termasuk di wilayah terpencil.
Dukungan kredit yang terus meningkat, diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, sektor ini dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, secara berkelanjutan.















