INKAM, MAKASSAR – Simpanan masyarakat di perbankan Sulawesi Selatan, mencatatkan peningkatan signifikan, hingga November 2024.
Total simpanan mencapai Rp147,5 triliun, tumbuh sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman mengatakan, pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan.
“Tingginya minat masyarakat untuk menyimpan dana di bank, menjadi indikator stabilitas ekonomi dan kepercayaan terhadap lembaga keuangan,” ujarnya.
Tabungan menjadi penyumbang terbesar dengan total mencapai Rp63,2 triliun, diikuti oleh deposito sebesar Rp51,8 triliun.
Simpanan jenis giro juga mencatatkan kontribusi yang signifikan, terutama dari kalangan pelaku usaha.
OJK mencatat, pertumbuhan simpanan ini didukung oleh berbagai program perbankan, seperti tabungan berhadiah dan layanan digital yang mempermudah transaksi.
Kehadiran layanan mobile banking dan internet banking, semakin menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan.
Namun, OJK tetap mengingatkan pentingnya pengelolaan dana secara bijak.
Program literasi keuangan terus digencarkan, agar masyarakat dapat memahami berbagai produk simpanan, dan manfaatnya untuk kebutuhan jangka panjang.
Dengan tren positif ini, perbankan di Sulawesi Selatan diharapkan mampu terus memperluas layanan, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.
Stabilitas dan pertumbuhan simpanan masyarakat, menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan ekonomi.












