INKAM, MAKASSAR – Kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendominasi penyaluran kredit di Sulawesi Selatan, hingga November 2024.
Dari total kredit sebesar Rp164,35 triliun, sebanyak 36,20 persen disalurkan untuk sektor UMKM.
Menurut Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, kredit UMKM tumbuh sebesar 6,72 persen year-on-year (yoy).
“UMKM menjadi pilar utama perekonomian daerah, terutama di sektor perdagangan, perikanan, dan pertanian,” katanya melalui siaran pers, Senin (13/1/2025).
Penyaluran kredit untuk UMKM mencakup berbagai sektor produktif, seperti perdagangan, jasa, dan agribisnis.
Bank-bank di Sulawesi Selatan semakin aktif memberikan akses pembiayaan, terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menawarkan bunga rendah dan proses yang lebih mudah.
Namun, OJK mengingatkan pentingnya pengelolaan risiko, dalam penyaluran kredit UMKM.
Sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, sehingga pendampingan teknis menjadi hal yang penting, untuk keberlanjutan usaha mereka.
Selain pembiayaan, edukasi keuangan juga menjadi fokus OJK dalam mendukung UMKM.
Melalui program literasi keuangan, pelaku usaha diajarkan untuk memahami pengelolaan arus kas dan penggunaan kredit yang efektif.
Langkah ini diharapkan, dapat meningkatkan daya saing UMKM.
Ke depan, OJK Sulselbar berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
Dengan potensi yang besar, UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama perekonomian Sulawesi Selatan, dan Kawasan Timur Indonesia.












