INKAM, MAKASSAR – Industri perbankan di Sulawesi Selatan mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2024, dengan total aset mencapai Rp208 triliun.
Angka ini tumbuh sebesar 8,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan.
Menurut Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, pertumbuhan aset ini didukung oleh peningkatan simpanan masyarakat, yang mencapai Rp147,5 triliun.
“Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, menjadi salah satu faktor utama di balik peningkatan aset,” jelas Darwisman, melalui siaran pers, Senin (13/1/2025).
Simpanan masyarakat didominasi oleh dana pihak ketiga (DPK), dalam bentuk tabungan dan deposito.
Tabungan menyumbang Rp63,2 triliun dari total DPK, sementara deposito mencatatkan kontribusi sebesar Rp51,8 triliun.
Hal ini menunjukkan, masyarakat masih mengandalkan perbankan sebagai sarana utama pengelolaan keuangan.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit sebesar 6,23 persen juga berkontribusi terhadap peningkatan aset perbankan.
Kredit produktif, seperti sektor perdagangan dan konstruksi, menjadi motor utama pertumbuhan.
Namun, OJK tetap mengingatkan pentingnya pengelolaan risiko kredit, untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
OJK juga mencatat, peran penting perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Dengan total aset yang terus meningkat, perbankan memiliki kapasitas lebih besar untuk mendukung program-program pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur dan pembiayaan UMKM.
Dengan berbagai capaian positif ini, OJK Sulselbar optimistis bahwa industri perbankan di Sulawesi Selatan akan terus berkembang.
Stabilitas ekonomi yang terjaga, menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.















