Info Kejadian Makassar

OJK Sulselbar Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sulsel, Melalui Peningkatan KUR dan Sinergi

INKAM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menegaskan komitmennya, untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan, melalui penguatan sektor jasa keuangan, khususnya dalam peningkatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, dalam audiensi bersama Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Fadjry Djufry,di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (9/1/2025).

Menurut Darwisman, kolaborasi antara OJK dan Pemerintah Provinsi Sulsel, akan menjadi kunci dalam mempercepat akses keuangan daerah.

“OJK akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel melalui sinergi bersama Pemprov Sulsel dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Fokus kami salah satunya adalah meningkatkan KUR untuk sektor pertanian, sesuai dengan potensi besar yang dimiliki Sulsel,” ujar Darwisman.

Ia juga menyampaikan, kinerja positif sektor perbankan dan industri keuangan di Sulsel hingga November 2024.

Aset perbankan tumbuh 8,38 persen (yoy) menjadi Rp204,55 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,69 persen menjadi Rp135,75 triliun, dan penyaluran kredit naik 5,43 persen menjadi Rp164,35 triliun.

“Tingkat risiko kredit di Sulsel juga terjaga dengan baik di angka 2,90 persen, sementara fungsi intermediasi mencapai 123,28 persen,” tambahnya.

Darwisman menekankan, OJK mendukung arahan Penjabat Gubernur, untuk menjadikan Sulsel sebagai percontohan investasi nasional.

Dengan memperkuat sektor pertanian melalui KUR, diharapkan perekonomian daerah dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Sosok Reski S: Alumni terbaik FUF dan Penakluk Keterbatasan

Menanggapi hal tersebut, Prof Fadjry Djufry menyatakan dukungannya terhadap langkah OJK, dalam memperkuat sektor jasa keuangan.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi KUR untuk sektor pertanian, guna meningkatkan produktivitas petani.

“KUR ini untuk pertanian harusnya lebih banyak, karena potensi kita di sektor ini sangat besar. Kolaborasi dengan OJK sangat penting untuk memastikan dukungan ini berjalan maksimal,” ujar Prof Fadjry.

Perkembangan pasar modal dan industri keuangan non-bank (IKNB) di Sulsel, juga mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal meningkat dengan jumlah SID (Single Investor Identification) tumbuh 26,87 persen (yoy).

Selain itu, sektor pembiayaan, pegadaian, dan fintech P2P lending juga menunjukkan tren positif.

Dengan kolaborasi ini, baik OJK maupun Pemprov Sulsel optimistis, dapat memperkuat fondasi ekonomi Sulsel, sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO