INKAM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat, sebanyak 433 layanan konsumen, diterima sepanjang periode 1 Januari hingga 30 November 2024.
Dari jumlah tersebut, layanan di sektor perbankan mendominasi dengan 281 layanan, atau sekitar 64,89 persen.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, menjelaskan, sektor pembiayaan berada di posisi kedua dengan 116 layanan, diikuti oleh sektor asuransi dengan 10 layanan, dan 19 layanan lainnya di sektor keuangan lainnya.
“Memang perbankan masih menjadi sektor utama yang banyak dilaporkan masyarakat, disusul oleh perusahaan pembiayaan dan sektor lainnya,” ujar Darwisman dalam keterangannya, beberapa hari lalu.
Layanan konsumen ini mencakup berbagai jenis, di antaranya permintaan informasi dan dokumen sebanyak 135 layanan (31,18 persen), layanan restrukturisasi kredit sebanyak 94 layanan (21,72 persen), serta masalah agunan sebanyak 45 layanan (10,39 persen).
Selain itu, OJK juga menerima 21 layanan terkait penarikan kendaraan (4,85 persen), 18 layanan tentang perbedaan perhitungan kewajiban (4,16 persen), dan 14 layanan terkait klaim asuransi (3,23 persen).
Dari total 433 layanan, sebanyak 151 layanan masih dalam proses, 12 layanan berhasil diselesaikan, dan 279 aduan diteruskan ke Kantor Pusat melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK).
“Sebagian besar kasus yang diteruskan ke kantor pusat, adalah yang membutuhkan penyelesaian di level nasional, seperti layanan di sektor perbankan dan pembiayaan,” tambah Darwisman.















