Info Kejadian Makassar

Edukasi Pasar Modal: Kemas M. Rumaiyar Ajak Masyarakat Berinvestasi dengan Bijak

INKAM, JAKARTA – Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 3 IDX/Bursa Efek Indonesia (BEI) Kemas M. Rumaiyar, menyampaikan wawasan mendalam tentang perencanaan keuangan dan investasi, dalam acara Sekolah Pasar Modal.

Ia menegaskan pentingnya mengenal dan memahami uang sebelum memulai investasi, sekaligus mengatasi ketakutan masyarakat, terhadap risiko yang sering kali melekat pada dunia investasi.

“Kenali dulu uang Anda sebelum mulai investasi. Jangan hanya ikut-ikutan tren. Salah satu cara terbaik adalah membaca buku Psychology of Money, untuk memahami bagaimana emosi memengaruhi keputusan finansial,” kata Kemas.

Ia juga mengingatkan peserta, untuk menghindari fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang sering memicu keputusan tergesa-gesa, dan menggantinya dengan Joy of Missing Out (JOMO), yakni kebahagiaan karena membuat keputusan yang matang.

Sebelum terjun ke dunia investasi, Kemas menekankan pentingnya pengelolaan keuangan.

Ia menggarisbawahi beberapa langkah, seperti menghentikan pemborosan, menjaga agar pengeluaran tidak naik seiring kenaikan penghasilan, dan menghindari utang konsumtif untuk barang yang tidak produktif.

“Mulailah berinvestasi dengan dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan mendesak. Jangan gunakan uang dapur, uang kuliah, atau pinjaman,” tegasnya.

Menurut Kemas, membangun kekayaan membutuhkan pola pikir yang benar.

Ia mengajarkan konsep Golden Circle dari Simon Sinek: Why, How dan What. Misalnya, seseorang perlu menentukan alasan (why) mengapa ingin berinvestasi, apakah untuk memiliki rumah, mobil, atau masa depan lebih baik.

Baca Juga  OPINI: Banjir Lagi

Selanjutnya, caranya (how), seperti menabung, berinvestasi, atau mencari sumber pendanaan lainnya.

Terakhir, langkah konkret (what) yang harus diambil untuk mencapai tujuan itu.

Kemas mengilustrasikan pasar modal dengan analogi sederhana.

“Seperti Bejo yang memiliki warung kecil dan ingin berkembang, ia bisa mengakses pasar modal untuk mendapatkan modal usaha,” ujarnya.

Pasar modal memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dana dari publik, melalui saham atau obligasi.

Ia juga menepis stigma bahwa saham adalah perjudian, dengan menekankan bahwa investasi saham bersifat jangka panjang, dan memerlukan analisis yang matang.

Dalam paparannya, Kemas membandingkan preferensi investasi dari berbagai kelompok masyarakat.

Orang tua biasanya memilih tanah, rumah, emas, dan deposito, sedangkan generasi muda yang terpengaruh tren, cenderung melirik aset seperti kripto dan NFT.

Namun, menurut Kemas, pasar modal menawarkan berbagai pilihan yang lebih stabil, seperti saham, reksadana, obligasi, sukuk, ETF, hingga crowdfunding.

“Pilihlah instrumen investasi yang sesuai anggaran dan tujuan Anda,” tambahnya.

Kemas menjelaskan beberapa keuntungan utama berinvestasi saham, di antaranya capital gain, dividen, hak mengikuti RUPS, dan menjadi pemilik perusahaan dengan modal kecil.

Ia mencontohkan saham-saham perusahaan besar, seperti BRI dan BCA, yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan terbukti menguntungkan dalam jangka panjang.

“High risk, high return, asalkan dipahami dengan baik,” jelasnya.

Sebagai gambaran, Kemas memaparkan data terkini tentang pasar modal Indonesia, di mana total kapitalisasi pasar mencapai Rp7.752 triliun, dari 940 perusahaan tercatat hingga November 2024.

Baca Juga  Kinerja Pasar Modal Indonesia Menguat di Pertengahan Tahun 2024

Ia juga menyebut perusahaan global seperti Nvidia, Apple, dan Amazon, yang masing-masing memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp34.000 triliun, menunjukkan betapa besar peluang di dunia pasar modal.

Kemas mengingatkan, investasi wajib dilakukan dengan uang nganggur.

Untuk menciptakan uang nganggur, ia menyarankan pembagian anggaran: 40 persen untuk kebutuhan hidup, 40 persen untuk membayar utang, dan 20 persen untuk investasi, termasuk dana darurat.

“Dana darurat bukan untuk digunakan setiap hari. Jika itu terjadi, artinya ada yang salah dalam pengelolaan keuangan Anda,” ungkapnya.

Mengakhiri sesi, Kemas mengajak peserta untuk mengubah pola pikir tentang investasi.

Ia menekankan bahwa investasi adalah bagian dari perencanaan jangka panjang, untuk mencapai kestabilan finansial.

“Mulailah dengan memahami kebutuhan Anda, gunakan instrumen yang legal, dan lakukan dengan disiplin. Investasi adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO