INKAM, MAKASSAR – Penyaluran kredit usaha mikro di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan, mendominasi realisasi Kredit UMKM pada posisi September 2024.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat, pertumbuhan kredit usaha mikro mencapai 11,00 persen (yoy) menjadi Rp34,55 triliun, dengan kontribusi sebesar 56 persen dari total kredit UMKM yang disalurkan.
Secara keseluruhan, realisasi kredit UMKM tumbuh 5,41 persen (yoy) menjadi Rp61,70 triliun.
Kredit ini menyumbang 38,53 persen, dari total kredit yang disalurkan Bank Umum di Sulawesi Selatan.
Hingga saat ini, sebanyak 912.248 debitur telah menerima manfaat dari penyaluran kredit UMKM, dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) terjaga di level 4,60 persen.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, menyebutkan, kredit usaha mikro menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor UMKM di Sulsel.
“Kredit usaha mikro yang mendominasi penyaluran ini, mencerminkan komitmen perbankan dalam mendukung pelaku usaha kecil untuk terus berkembang. Pertumbuhan ini menunjukkan, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Darwisman.
Menurutnya, perbankan di Sulsel terus memperluas akses pembiayaan kepada sektor produktif, terutama pada segmen mikro, yang memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami mendorong lembaga keuangan untuk tetap fokus memberikan dukungan kepada UMKM, khususnya usaha mikro, karena sektor ini terbukti tangguh dan mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi,” tambahnya.
OJK Sulselbar berkomitmen menjaga stabilitas sektor keuangan, serta memastikan akses kredit UMKM terus meningkat.
“Kami akan terus memantau kualitas penyaluran kredit agar tetap sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah Sulawesi Selatan,” tutup Darwisman.















