Info Kejadian Makassar

OJK: Sektor Lembaga Pembiayaan Alami Pertumbuhan Positif, di Tengah Tantangan Ekonomi

INKAM, MAKASSAR – Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Mikro, menunjukkan perkembangan positif pada bulan September 2024.

Piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 9,39 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp501,78 triliun.

Peningkatan ini didorong oleh peningkatan pembiayaan investasi yang naik 9,76 persen yoy, mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dalam sektor ini, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa profil risiko pada sektor ini terjaga dengan baik.

Rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,62 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,66 persen.

“Kami senang melihat pertumbuhan ini, yang menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan mampu menjalankan operasionalnya dengan baik, dan tetap memperhatikan aspek manajemen risiko,” ujarnya.

Di samping itu, Agusman juga mencatat, NPF net pada sektor ini berada di angka 0,81 persen, juga menunjukkan tren penurunan.

Hal ini menjadi indikator positif, bahwa perusahaan pembiayaan terus berupaya menjaga kualitas portofolio mereka.

“Kesehatan industri ini sangat penting, agar tetap dapat memberikan layanan yang baik kepada masyarakat,” lanjutnya.

Namun, tidak semua sub-sektor menunjukkan kinerja yang baik. Pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi sebesar 8,10 persen yoy, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,25 triliun.

Baca Juga  Kadin Gowa Gelar Rakerda di Malino

Agusman mengingatkan, agar pelaku industri terus berinovasi, untuk menarik lebih banyak investasi, dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik di sektor ini.

“Kami berharap, perusahaan-perusahaan di sektor ini dapat memperbaiki kinerja, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Sementara itu, sektor fintech, khususnya peer-to-peer (P2P) lending, mencatat pertumbuhan yang menggembirakan.

Outstanding pembiayaan di sektor ini tumbuh 33,73 persen yoy, dengan nominal mencapai Rp74,48 triliun.

“Pertumbuhan sektor P2P lending sangat signifikan, dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka untuk menggunakan layanan keuangan digital,” tambah Agusman.

Sebagai langkah penegakan ketentuan, OJK telah mencabut izin usaha dari beberapa perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk PT Investree Radika Jaya dan PT Rindang Sejahtera Finance.

Agusman menekankan, bahwa langkah-langkah ini diambil, untuk menjaga integritas sektor PVML, dan melindungi masyarakat dari praktik bisnis yang tidak sehat.

Agusman menutup dengan harapan, bahwa langkah-langkah yang diambil dapat meningkatkan tata kelola dan kinerja industri.

“Kami berharap, upaya ini dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perekonomian nasional, dan mendorong pelaku industri untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya,” tutupnya.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO