INKAM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, meluncurkan dua program unggulan, yakni BAJI’NA dan PHINISI, untuk memperkuat daya saing UMKM.
Program BAJI’NA berfokus pada pendampingan UMKM, agar mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan daya saing global.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman mengatakan, bahwa program ini merupakan solusi bagi UMKM lokal, untuk berkembang di pasar internasional.
“BAJI’NA membantu UMKM dalam proses inkubasi, hingga mereka siap memasuki pasar ekspor,” kata Darwisman.
Sejak program ini diluncurkan, 71 UMKM telah mengikuti pelatihan, dan 21 di antaranya berhasil melakukan ekspor.
Selain BAJI’NA, program PHINISI hadir untuk memberikan pembiayaan bagi pelaku UMKM, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rentenir.
Hingga triwulan ketiga 2024, PHINISI telah menjangkau 823.606 debitur, dengan total pembiayaan mencapai Rp26,47 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan BPD Sulselbar menjadi lembaga keuangan utama, yang menyalurkan pembiayaan tersebut.
Darwisman berharap, kedua program ini dapat memperkuat peran UMKM dalam ekonomi daerah.
“Kami berharap UMKM dapat lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan dukungan program ini,” katanya.
Dengan sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM, OJK optimistis program BAJI’NA dan PHINISI dapat terus berkembang, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.












