INKAM, MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), kembali menyesuaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi atau Jenis Bahan Bakar Umum (JBU).
Penyesuaian harga ini berlaku, mulai 1 Oktober 2024 di seluruh SPBU wilayah Sulawesi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengonfirmasi adanya penurunan harga untuk semua jenis BBM non-subsidi.
“Semua jenis BBM non-subsidi atau yang tergolong dalam Pertamax Series dan Dex Series di wilayah Sulawesi, saat ini mengalami penurunan harga. Kami melakukan evaluasi dan penyesuaian secara berkala, yang bisa berupa penurunan, kenaikan, atau tetap, tergantung pada tren minyak dunia dan nilai tukar rupiah,” jelas Fahrougi pada Senin (30/9/2024).
Lebih lanjut Fahrougi menegaskan, harga BBM non-subsidi saat ini ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar.
“Harga BBM JBU ini mengacu pada harga rata-rata publikasi minyak, yaitu Means of Platts Singapore (MOPS) atau Argus, serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika,” tambahnya.
Penyesuaian harga yang dilakukan pada 1 Oktober 2024 ini, juga telah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Aturan tersebut merupakan perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020, yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum, yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Di Sulawesi, harga BBM jenis Pertamax dengan nilai oktan 92 (RON 92) kini dibanderol Rp12.400 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp13.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo dengan nilai oktan 98 (RON 98) kini dibanderol Rp13.550 per liter, turun dari Rp14.800 per liter.
Untuk BBM jenis diesel, harga Dexlite dengan cetane number 51 (CN 51) kini berada di angka Rp13.000 per liter, turun dari Rp14.400 per liter.
Pertamina Dex dengan cetane number 53 (CN 53) juga mengalami penurunan, kini dipatok Rp13.450 per liter dari sebelumnya Rp14.900 per liter.
Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar tidak mengalami perubahan, yakni masing-masing tetap di Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
“Selain penurunan harga, kami juga menawarkan berbagai promo dan program loyalitas bagi pengguna aplikasi MyPertamina. Pertamina tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi. Stok BBM subsidi maupun non-subsidi saat ini dalam kondisi aman,” tutup Fahrougi.















