Info Kejadian Makassar

Pertumbuhan Sektor Pembiayaan dan Modal Ventura di Tengah Stabilitas Risiko

INKAM, JAKARTA – Sektor Lembaga Pembiayaan terus menunjukkan pertumbuhan positif, pada Juli 2024.

Menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara, piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 10,53 persen year-on-year (yoy), mencapai Rp494,10 triliun.

Kenaikan ini didorong oleh pembiayaan modal kerja, yang juga meningkat sebesar 9,43 persen yoy.

Meskipun ada pertumbuhan signifikan, profil risiko Perusahaan Pembiayaan terpantau stabil.

Rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat menurun menjadi 2,75 persen dari 2,80 persen pada bulan sebelumnya.

Adapun NPF net juga menunjukkan penurunan menjadi 0,84 persen dari 0,87 persen di bulan Juni.

“Dengan angka ini, kita dapat melihat bahwa sektor pembiayaan masih berada dalam kondisi yang terkendali,” ujar Mirza.

Lebih lanjut, gearing ratio Perusahaan Pembiayaan turun menjadi 2,40 kali, lebih rendah dibandingkan posisi pada Juni 2024 sebesar 2,44 kali, dan jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.

Ini menunjukkan bahwa, perusahaan pembiayaan tetap berada dalam level leverage, yang aman dan sehat.

Di sisi lain, industri modal ventura mengalami kontraksi pada Juli 2024, dengan penurunan pembiayaan sebesar 10,67 persen yoy.

Nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,18 triliun, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp16,22 triliun.

“Ini merupakan tantangan bagi modal ventura, tetapi kami berharap tren ini bisa segera berbalik,” kata Mirza.

Baca Juga  Bursa Karbon dan Penegakan Ketentuan di Bidang PMDK

Selain itu, sektor fintech peer-to-peer (P2P) lending tetap tumbuh pesat, dengan outstanding pembiayaan meningkat 23,97 persen yoy menjadi Rp69,39 triliun.

Meski pertumbuhan melambat dibandingkan bulan sebelumnya, tingkat risiko kredit macet (TWP90) masih terkendali di level 2,53 persen.

Mirza menambahkan, sektor ini harus tetap waspada, meski performa pembiayaan menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan juga mencatat lonjakan besar, tumbuh 73,55 persen yoy, mencapai Rp7,81 triliun dengan rasio NPF gross sebesar 2,82 persen.

Menurut Mirza, fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen, namun tetap harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi peningkatan risiko ke depannya.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO