Info Kejadian Makassar

Perjuangan Standup Comedi Babe Cabita Melawan Anemia Aplastik, Hingga Menjual Aset. Seperti Apa Penyakit itu?

INKAM –  Standup Comedian yang dikenal dengan rambut kribony, Babe Cabita, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 9 April 2024, pukul 6.38 WIB, di sebuah rumah sakit kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Diketahui, Babe Cabita sempat mengidap penyakit anemia aplastik.

Dilansir dari Bling.matamata.com, Babe Cabita bebapa waktu lalu, pernah membeberkan awal mula bagaimana dia didiagnosis penyakit tersebut.

“Dokter itu sempat mencurigai kalau aku tuh leukimia. Karena ciri-cirinya mengarah ke leukimia. Tapi itu pun nanti ada pemeriksaan lebih lanjut, sedot tulang sumsum,” kata Babe Cabita, dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Selasa, (9/4/2024).

Setelah melalui beberapa rangkaian pemeriksaan, ternyata penyakit tersebut bukanlah leukimia, melainkan Anemia Aplastik yang ternyata membuat kondisinya kritis.

“Aku semua turun, darah putih 0, HB 6, semua pada turun, itulah dikatakan kritis, karena sudah mendekati,” sambungnya.

Babe Cabita menjelaskan, kesembuhan total tidak dapat dipastikan, karena sifat autoimun dari penyakit ini yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Dia mengungkapkan bahwa tulang sumsumnya, juga telah mengalami kerusakan.

“Kata dokter sembuh total gak bisa kalau autoimun, karena tulang sumsum aku sudah rusak. Jadi dikasih obat terus seumur hidup satu hari 3 kali obatnya gede, sekitar 100 ribuan 1 pil. Sehari 300 ribu,” kata Babe Cabita.

Saat itu,  Babe Cabita bahkan rela menjual berbagai asetnya, untuk membiayai pengobatan ke rumah sakit.

Baca Juga  Di Unismuh Makassar, Haedar Nashir Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Muhammadiyah Sulsel

“Aku tuh mikir kalau misalnya nanti kenapa-kenapa sampe parah, aku bilang sama istri jual semua, ada vespa ada mobil, itu dijual karena supaya ada pemasukan,” kata Babe.

Apakah Anemia Aplastik?

Anemia aplastik adalah penyakit langka akibat kelainan pada sumsum tulang, yang menyebabkan organ ini tidak dapat menghasilkan cukup sel darah, baik itu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau ketiganya sekaligus.

Kondisi ini bisa membahayakan, apabila jumlah darah yang berkurang sangat banyak, dan tidak mendapatkan pengobatan.

Anemia aplastik bisa datang tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.

Namun, anemia aplastik lebih sering terjadi pada anak remaja, orang dewasa muda usia awal 20-an tahun, dan lansia.

Berdasarkan penyebabnya, terdapat dua jenis anemia aplastik.

Pertama, Acquired aplastic anemia adalah anemia aplastik yang terjadi setelah seseorang lahir, dan bukan diturunkan dari orang tua. Jenis anemia aplastik ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa.

Sebagian besar kasus anemia aplastik yang terjadi tidak diketahui penyebabnya. Namun, ada teori yang menunjukkan bahwa kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh gangguan autoimun.

Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru, menyerang organ sehat, yang dalam hal ini adalah sumsum tulang.

Kedua adalah Anemia aplastik bawaan (inherited aplastic anemia). Disebabkan oleh kelainan genetik yang diwariskan dari orang tua.

Baca Juga  Selamat Jalan Eyang Titiek Puspa, Legenda Musik Tanah Air Telah Berpulang
WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO