INKAM, MAKASSAR – Tahun 2024 dikatakan sebagai tahun politik, dimana ada 3 momen pemilu yang akan berlangsung. Mulai dari pemilihan calon legislatif, calon presiden/wakil presiden hingga calon kepala daerah.
Momen pemilihan umum tersebut, ternyata memberi dampak positif buat Astra Daihatsu Makassar.
Kepala Wilayah Daihatsu Indonesia Bagian Timur, Tulus Pambudi mengatakan, beberapa tipe tertentu seperti minibus Gran Max mengalami kenaikan.
Itu tidak lepas dari fungsi kendaraan tersebut, yang bisa menopang kegiatan kampanye para kontestan pemilu. “karena dipakai sebagai kendaraan operasional untuk kampanye,” ujarnya.
Meskipun tidak terlalu besar, karena secara market memang penjualan minibus tidak telalu besar. Kenaikan penjualan minibus selama musim kampanye ini mancapai 15 sampai 20 unit.
“Minibus Gran Max secara kapasitas besar, harga juga terjangkau. Kemudian untuk kebutuhan branding calon legislatif dan partai politik sangat memungkinkan, karena tampilan kiri dan kanan yang cukup cukup besar,” ungkap Tulus Pambudi.
Memasuki tahun 2024 ini, ia pun optimis. Apalagi pada tahun 2023 lalu, pencapaian penjualan cukup baik, melebihi target yang telah ditetapkan.
“Kalau kita melihat secara komposisi, kontribusi terbesar ada di pick up atau granmax pick up sebesar 52 persen. Kemudian sigra dan ayla itu 35 persen. Kemudian tipe Xenia dan Terios serta tipe tipe yang lain,” sebut Tulus Pambudi.
Diakuinya, di Indonesia Bagian Timur itu, penjualan kendaraan mobil agak sedikit melambat. Itu karena support leasing mengalami banyak hal, sehingga agak selektif prosesnya.
Tapi untuk Daihatsu sendiri, karena 80 persen pembelian menggunakan kredit, ditopang oleh beberapa leasing. Sehingga kalaupun terjadi masalah, tidak terlalu signifikan dampaknya.
Mengenai suplay di tahun 2023 menurut Tulus Pambudi juga cukup lancar. Dua bulan terakhir, permintaan jauh lebih dari stok yang ada.
“Secara activity, tahun 2023 juga cukup agresif. Saya melihat optimis di tahun 2024 untuk Daihatsu akan mencapai target juga,” tuturnya.
Kontribusi terbesar dalam hal penjualan di IBT masih dipegang oleh Sulsel, mencapai 60 persen. Kemudian Sulawesi Tenggara atau Kendari. Yang ketiga itu Sulawesi Utara dan kemudian disusul Sulawesi Tengah.
Kalau seperti Maluku dan Jayapura cenderung stabil, tidak ada kenaikan signifikan dibanding di daerah daerah di Sulawesi.












