MAKASSAR, INKAM – Upaya penguatan kapasitas pelaku UMKM terus dilakukan, di tengah derasnya arus digitalisasi.
Salah satu langkah nyata hadir melalui program “Penerapan Strategi Pengembangan UMKM di Era Digitalisasi”, yang menggandeng pelaku usaha lokal Batagor Siomay Ranggong, milik Hendra Maulana Sidik, berlokasi di Jl. Ranggong No. 4, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.
Program ini berfokus pada pendampingan digital marketing, khususnya pembuatan konten kreatif, yang dapat memperluas jangkauan pemasaran UMKM.
Melalui kegiatan ini, penulis bersama pemilik usaha, turut mempelajari proses pembuatan konten TikTok, teknik pengambilan video, hingga cara menata produk pangan agar lebih menarik secara visual.
Pendampingan dilaksanakan oleh tim dari Universitas Ciputra Makassar dengan dukungan Dosen Pendamping Novika Ayu Triany, S.I.Kom., M.I.Kom. Pemilik usaha, Hendra Maulana Sidik, terlibat aktif dalam setiap sesi pelatihan.
Ketua tim pengembang, M. Alif Juveras Saleh, memimpin jalannya kolaborasi bersama pemilik UMKM.
Kegiatan berlangsung dalam rangkaian pelatihan terpadu, yang dilaksanakan selama program pendampingan UMKM pada periode akademik berjalan.
Seluruh pelatihan dan produksi konten dilakukan di lokasi usaha Batagor Siomay Ranggong, memanfaatkan area kerja pemilik untuk memahami langsung proses penyajian, pelayanan pelanggan, dan alur promosi yang dapat dikembangkan.
Di era digital yang semakin kompetitif, kemampuan mengelola konten dan platform digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM.
Pendampingan ini dirancang untuk memberi fondasi pengetahuan sekaligus keterampilan teknis, agar pelaku usaha dapat mengembangkan strategi pemasaran yang relevan dan efisien.
Proses pendampingan mencakup praktik langsung mulai dari pembuatan akun TikTok, pengambilan gambar, penyusunan alur konten, hingga penyusunan strategi agar video yang dibuat lebih menarik perhatian audiens.
Selain itu, pemilik usaha juga diajak memahami cara menata produk agar lebih fotogenik, dan mempelajari standar pelayanan pelanggan yang dapat dikemas menjadi nilai tambah dalam konten.
Dalam sesi wawancara, Hendra Maulana Sidik menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Tentunya kegiatan ini menghasilkan hal yang bagus bagi saya. Berkat kerjasama antara usaha ini dan juga mereka, saya merasa terbantu dalam terus mengembangkan usaha ini,” ujarnya.
Ketua tim pengembang, M. Alif Juveras Saleh, turut menegaskan nilai penting kolaborasi tersebut. “Mendapatkan kolaborasi yang saling membangun kedua pihak ini adalah kesempatan yang sungguh berharga, dan karena itu, saya dan seluruh tim merasa sangat bersyukur atas kerjasama yang telah terjalin di antara kedua pihak,” tuturnya.
Melalui program ini, Batagor Siomay Ranggong diharapkan dapat memperkuat identitas digitalnya, dan menjangkau lebih banyak pelanggan, sekaligus menjadi contoh keberhasilan transformasi UMKM di era digital.











