INKAM, MAKASSAR – Asisten 1 Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Andi Muh Yasir, membuka kegiatan diskusi keamanan informasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Berbasis Elektronik dan Non Elektronik (Asistensi Pembentukan CSIRT).
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di lantai 18, Hotel Aston Makassar, Selasa, (30/5/2023).
Pelatihan ini dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar, dihadiri langsung Plt Kepala Dinas Ismawaty Nur, dan beberapa perwakilan dinas terkait.
Hadir sebagai pemateri, yakni Aprita Danang Permana, S,ST Mkom, yang merupakan Sandiman muda Sub Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Pusat BSSN.
Ia memaparkan materi mengenai peran dan fungsi Computer Security Insident Response Team (CSIRT), untuk organisasi Pemerintahan Daerah.
Kehadiaran CSIRT di lingkungan OPD Pemerintah kota Makassar, tujuannya untuk melakukan penyelidikan yang komprehensif, dan dapat melakukan pencegahan adanya insiden siber, serta layanan untuk melakukan koordinasi penanganan serangan keamanan insiden.
“Kasus kebocoran data yang sering terjadi dibeberapa ruang lingkup pemerintah dan BUMN, bisa teratasi dengan pembentukan Asintensi CSIRT,” katanya.
CSIRT merupakan tim atau entitas dalam suatu lembaga, yang menyediakan layanan dan dukungan kepada organisasi, untuk mencegah, mengelola dan menanggapi insiden keamanan informasi.
Meningkatnya penggunan internet di Indonesia, per januari 2022 sebanyak 210 juta jiwa, membuat rentan terjadinya hal tersebut.
Cyberspace atau dunia maya, merupakan hasil integrasi dari media elektronik dan peralatan teknologi jaringan komunikasi, dengan menghubungkan peralatan komunikasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia, digunakan untuk keperluan komunikasi secara online.
Dalam pemaparannya, ada beberapa manfaat pembentukan Tim CSIRT. Yakni dapat mengendalikan dampak seminimal mungkin, dapat memulihkan layanan terdampak, dapat mencegah insiden selanjutnya, serta dapat mendeteksi secepat mungkin.
“CSIRT dibentuk sebagai upaya tanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber,” tutupnya.















