Bona Fide (8): Kritik Pedas Teman Sebangku
MAKASSAR, INKAM – Kali ini agak berbeda. Saya menampilkan respon dari seorang teman kuliah semasa S1 terhadap coretan saya. Namanya:
Baca SelengkapnyaMAKASSAR, INKAM – Kali ini agak berbeda. Saya menampilkan respon dari seorang teman kuliah semasa S1 terhadap coretan saya. Namanya:
Baca SelengkapnyaMAKASSAR, INKAM – Kali ini saya menampillan respons atas kritik Dr. Amir Faqihuddin dari sebuah group. Respons ini berasal dari
Baca SelengkapnyaMAKASSAR,INKAM – Kali ini agak berbeda. Saya menampilkan respon dari seorang teman kuliah semasa S1 terhadap coretan saya. Namanya: Dr.
Baca SelengkapnyaINKAM – Ada cerita yang sering saya bagi di berbagai tempat berkumpul. Seorang mahasiswa melintas di depan seorang pengemis. Pengemis
Baca SelengkapnyaMAKASSAR, INKAM – Ceritanya seperti ini. Seorang pria menahan sepeda penjual sayur dan buah. Penjual yang sudah renta itu berhenti
Baca SelengkapnyaINKAM – Saya terinspirasi dengan ceramah seorang ustad di suatu subuh, membahas tentang detoksifikasi hati. Saya tertarik karena istilah detoks
Baca SelengkapnyaINKAM – Kebetulan teori ini pernah lewat pada bacaan saya, teori sepatu pinjaman. Sebenarnya sederhana pemaknaannya, tapi teorinya terdengar canggih,
Baca SelengkapnyaINKAM – Saya mendapat koreksian dari seorang pembaca, bahwa bona fide itu tumbuh bukan hanya dari internal, tapi karena pengaruh
Baca SelengkapnyaINKAM – Ada satu prilaku yang menandai itikad baik, melakukan kalibrasi diri. Secara umum kalibrasi diartikan sebagai standarisasi pengukuran atau
Baca SelengkapnyaINKAM – Setelah setahun, kita berjumpa lagi dengan tulisan berseri saya. Ramadan betul menjadi berkah buat banyak hal, tak terkecuali
Baca Selengkapnya