MAKASSAR, INKAM – Membangun perguruan tinggi yang unggul tidak hanya ditentukan oleh kualitas kurikulum dan riset, tetapi juga oleh dosen yang memiliki kompetensi, integritas, dan pengakuan profesional.
Berangkat dari komitmen tersebut, Direktorat Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Universitas Bosowa menyelenggarakan Rapat Penyamaan Persepsi Peserta Nominasi Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026, di Student Lounge Lantai 1 Gedung I Universitas Bosowa, pada Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis, untuk menyamakan persepsi seluruh dosen nominasi, mengenai tahapan menuju eligibilitas sertifikasi pendidik sesuai regulasi terbaru.
Mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 135/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Pendidik untuk Dosen Tahun 2026, kegiatan ini tidak hanya membahas persyaratan administratif dari LLDIKTI maupun ketentuan internal Universitas Bosowa, tetapi juga memperkuat pemahaman, bahwa sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi, kompetensi, dan kontribusi nyata dosen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Departemen Rekrutmen, Penempatan, Peningkatan Kompetensi, dan Kelembagaan Universitas Bosowa, Abdillah S.A.S., S.Kom., M.Pd., yang menekankan pentingnya kesamaan pemahaman sejak awal, agar seluruh peserta mampu mempersiapkan setiap tahapan sertifikasi secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan mengikuti sertifikasi dosen tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kesiapan akademik, rekam jejak tridarma, serta pemahaman terhadap seluruh mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
“Penyamaan persepsi ini kami lakukan agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai regulasi terbaru, persyaratan LLDIKTI, maupun ketentuan internal Universitas Bosowa. Harapannya, setiap dosen dapat mempersiapkan proses sertifikasi dengan lebih matang, sehingga mampu memenuhi seluruh indikator eligibilitas yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Arahan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., yang mengingatkan, bahwa sertifikasi dosen merupakan tonggak penting dalam perjalanan karier akademik seorang pendidik.
Ia menegaskan, sertifikasi bukan sekadar proses administratif, melainkan pengakuan profesional dari negara terhadap kompetensi dosen, dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Sertifikasi dosen bukan sekadar proses administrasi. Ini adalah pengakuan profesionalisme kita sebagai pendidik. Seorang dosen profesional harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang kuat, disertai integritas serta kemampuan bersaing di tingkat global. Ketika nantinya dinyatakan lulus, kita tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memikul tanggung jawab yang lebih besar, untuk menjadi inspirasi bagi mahasiswa sebagai duta-duta Universitas Bosowa,” tegasnya.
Sesi utama kemudian dipandu oleh Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Universitas Bosowa, Dr. Ali Anas, S.Sos., M.Si., yang memaparkan secara komprehensif petunjuk teknis pelaksanaan sertifikasi dosen, strategi menghadapi setiap tahapan, hingga berbagi pengalaman selama mendampingi proses sertifikasi dosen di lingkungan Universitas Bosowa.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek penting mulai dari pemenuhan dokumen, penyusunan portofolio, hingga strategi membangun rekam jejak tridarma yang berkualitas, sebagai bagian dari proses menuju dosen profesional.
Dr. Ali Anas juga mengingatkan, sertifikasi dosen bukanlah titik akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar, dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
“Together we grow, together we achieve. Sertifikasi dosen bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk terus bertumbuh, menghasilkan pembelajaran yang bermutu, memperkuat riset dan inovasi, menghadirkan pengabdian yang berdampak, serta membawa Universitas Bosowa semakin dikenal melalui reputasi global. Pada akhirnya, dosen profesional adalah mereka yang terus belajar, terus berkembang, dan terus menginspirasi masa depan,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai mekanisme eligibilitas, pemenuhan indikator penilaian, hingga strategi penyusunan portofolio yang sesuai dengan ketentuan terbaru.
Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar dosen sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses sertifikasi.
Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, Direktorat Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya, dalam membangun ekosistem sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Pendampingan yang sistematis kepada dosen, menjadi bagian dari strategi Universitas Bosowa, untuk meningkatkan kualitas pendidik profesional, memperkuat budaya akademik, serta mendorong lahirnya pembelajaran, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang semakin berkualitas dan berdampak.












